Showing posts with label TEKNIK MAMMOGRAFI. Show all posts
Showing posts with label TEKNIK MAMMOGRAFI. Show all posts

Monday, 26 August 2013

TEKNIK MAMMOGRAFI,



MAMOGRAFI
Adalah pemeriksaan payudara secara radiology u/ mendeteksi dini kanker payudara.
Tanda2 kanker payudara
1. adanya perubahan kulit payudara ( seperti kulit jeruk )
2. teraba ada benjolan di payudara
3. keluaran cairan / darah
4. ada rasa tidak enak di sekitar payudara
5. rasa kemeng di daerah aksila

mammografi lebih baik di lakukan pada saat subur yaitu 1 minggu setelah haid dan tidak boleh saat haid / menjelang haid karena ada perubahan hormonal.
Kontra indikasi
1. saat menstruasi
2. saat menyusui
3. pada wanita yang memakai silikon karena pada silikonnomor atomnya sangat tinggi, dan nomor atom yang tinggi mengakibatkan gambaran opaq sehingga tidak menampakan parenkim / serabut2 pada payudara.
Kv maksimal pada pesawat mammae adl 35 kv karena objek yang dfoto adl soft tissue, sedangkan mAs yang digunakan sangat tinggi y/ 500 mAs.
Mastektomi adalah pengambilan seluruh bagian payudara
Pada proyeksi obliq axila harus tampak karena pada axila terdapat kelenjar pectolaris.



Proyeksi pada mammografi :
1. cranio caudal
2. mediolateral 90o / lateral
3. lateromadial
4. obliq
5. kleopatra
MEDIOLATERAL
1. posisi hadap kanan ( duduk / berdiri )
putar tabung 90 o
mammae pada pertengahan film
pasien maju sedikit & tangan pegangan pada pegangan kaset
bahu rileks
batas lateral pada rusuk
angkat mammae pada bentuk normal lalu di kompresi
2. recumben
tidur miring
lengan yang diamati diangkat
kaset diletkan didepan axila
mammae yang lain tarik ke posterior      
kolimasi pada mammae saja
craniocaudal ( duduk / berdiri )
1. tempatkan mammae pada film
2. batas tepi film berad dalm dinding dada di bawah payudara
3. suruh pasien untuk menekan dada ke film shg mammae infor berada pada film
4. bahu rileks
5. kepala menjauh
6. kolimasi sesuai
7. informasikan tentang tindakan kompresi
8. cek kembali mammae sebelum kompresi
9. kompresi scra perlahan – lahan
10. setelah kompresi pasien suruh tahan nafas dan eksposi



mammografi terutama di gunakan untuk :
1. wanita yang berumur lebih dari 35 th
2. wanita yang tidak menikah
3. wanita yang tidak punya anak
4. wanita yang melahirkan anak pertamanya, umurnya lebih dari 30th
5. wanita pada masa menopouse
6. wanita yang punya silsilah keluarga terkena kanker
variasi pada jaringan mammae:
1. wanita post pubertal = berisi jaringan konektif, berdensitas tinggi, radiografinya homogen dengan sedikit perbedaan jaringan
2. wanita hamil = sampai akhir menyusui, hipertrophi yang signifikan pada kelenjar duck nya, mammae sangat dense & opaq ( tidak kontras )
3. wanita yg tdk menyusui lagi = terjadi involsi besar pada kelenjar dan parenkimnya sehingga terjadi penimbunan lemak dan kontras tinggi
4. wanita menopouse = kelenjar mammae mengalami ” ATROPI GRADUAL ”
5. terjadi akumulasi lemak & kelenjar yang berbeda pada setiap orang.
Standart alat mammografi

1. kaset ber IS tunggal dengan kualitas tinggi
2. film beremulsi tunggal mengurangi pa2ran radiasi, image lebih baik
3. kompresi mammae
4. teknik KV rendah ( 28 – 36 ) dengan transformer khusus
5. tabung X – ray dangan Target Molibdenum ( produksi energi rendah )
6. ada filter tambahan 0.03 mm = 0.5 mm Al
7. fokus kecil
8. kolimasi berkas
9. pasewat lengkap dengan variasi posisi pasien
AKHSANUR BLOG'S 

Thursday, 10 January 2013

TEKNIK MAMMOGRAFI


MAMMOGRAFI

Mammografi (rdiag11

Mammografi adalah pemeriksaan radiografi yang didesain khusus untuk mendeteksi patologi payudara. Mammografi memperoleh perhatian khusus karena berdasarkan hasil penelitian (USA) satu di antara 8 perempuan akan mengalami kanker payudara semasa hidupnya. Kemajuan ilmu dan teknologi beserta komputer, mengembangkan dengan pesat teknik mammografi. Dahulu mammografi menggunakan film tanpa screen, eksposi langsung, sehingga membutuhkan dosis tinggi, dan citra yang diproduksi mempunyai kontras dan kontras rendah. Mulai penggunaan kombinasi film screen sebetulnya sudah dimulai sekitar pertengahan 1980. Tahun 1992 MQSA (mammography quality standard act) direkomendasikan menjadi peraturan. Kehadiran teknologi digital melahirkan peralatan full-field digital mammography yang mampu akuisisi data lebih cepat, dan menghasilkan citra kualitas tinggi.

Mammografi dimanfaatkan untuk breast cancer screening program, dengan prosedur dosis radiasi rendah dan mempunyai kemampuan deteksi dini kanker payudara. Oleh karenanya American Medical Association, American Cancer Society, dan American College of Radiology merekomendasikan mammogram tiap tahun pada setiap wanita selama hidup, mulai umur 40 tahun.

Selain dengan sinar X tambahan informasi diagnostik mammografi dapat dilakukan dengan pencitraan kedikteran nuklir, MRI (magnetic resonance imaging), dan USG (ultrasonography). MRI memberikan sensitivitas kontras jaringan yang sangat bagus, berguna untuk evaluasi implant silicon, memiliki ketelitian tinggi dalam memberi informasi berkaitan dengan stage of breast cancer. Di lain pihak ultrasound berkontribusi besar dalam membedakan cyste (khusus benign) dengan massa padat (umumnya cancer).

Beberapa kesulitan dalam pencitraan payudara dengan sinar X karena:
·        Tidak ada perbedaan densitas antara suspect area dengan jaringan payudara normal, dan hanya sedikit berbeda nomer atom.
·        Diharapkan dapat digunakan untuk identifikasi mikrokalsifikasi sampai diameter sekitar 0.1 mm. Pencitraan memerlukan resolusi geometri tinggi, ukuran fokus harus kecil, yang berakibat thermal rating harus diperhatikan.
·        Jaringan payudara sangat sensitif terhadap radiasi pengion untuk induksi kanker, terutama perempuan dengan umur antara 14 tahun sampai menapause.


Optimum kilovoltage dan desain tabung

Pencitraan payudara membutuhkan sinar X energi rendah untuk memperoleh kontras maksimum, karena koefesien atenuasi jaringan maupun perbedaan jaringan lain di dalamnya meningkat dengan kenaikan energi (efek fotolistrik).

Kompromi pemilihan kV, diperhatikan karena terlalu rendah kV, banyak radiasi tidak dapat menembus obyek, meningkatkan dosis. Sinar X 12 – 15 keV terlalu rendah, dan harus tidak digunakan. Kontras yang baik diperoleh dari payudara yang ditekan sampai ketebalan 3 – 5 cm dengan sinar x 17 – 22 keV. Untuk payudara yang lebih tebal dapat menggunakan sinar x 21 – 25 keV.

Persyaratan pencitraan payudara mengakibatkan desain tabung sinar X menjadi khusus. Pada umumnya unit mammografi produksi sinar X 15 – 20 keV, menggunakan anoda molebdenum dengan jendela berelium, serta tambahan filter molebdenum.  Disampaing itu ada pula tabung mammografi yang memproduksi sinar X 21 - 25 keV, menggunakan anoda tungsten dengan menggunakan filter khusus.

Sinar X energi rendah memberikan perbedaan atenuasi antar jaringan relatif lebih baik, namun memberikan dosis absorpsi pada jaringan tinggi dan waktu eksposi tinggi. Deteksi mikrokalsifikasi juga penting..

Tabung dengan anoda molebdenum.
Sinar X karakteristik molebdenum Ka = 17.4 keV dan Kb = 19.6 keV, keduanya di bawah energi absorpsi elektron kulit K molebdenum pada 20.0 keV.

Untuk pembuatan citra dengan jarak sumber ke film 60 – 65 cm, dan jarak obyek ke film sekitar 6 cm (perbesaran 1.1). Resolusi 13 lp/mm dengan magnifikasi sekitar 1.1, diperlukan ukuran fokus 0.3 – 0.4 mm.

Kompresi payudara dilakukan untuk
·        Menghilangkan efek atenuasi tubuh sebanyak mungkin
·        Mengurangi atau menghilangkan ketidaktajaman gerakan selama paparan yang panjang
·        Mengurangi ketidaktajaman geometri karena obyek dekat dengan film.
·        Mengurangi radiasi hambur sehingga memperbaiki kontras

Tabung dengan anoda tungsten
Tabung sinar X dengan anoda tungsten, menggunakan filter 0.05 mm palladium. Absorpsi tepi palladium 24.3 keV, atenuasi di bawah energi ini menjadi lebih rendah di banding energi yang lebih tinggi. Spektrum sinar X transmisi palladium cocok untuk mammografi. Output tinggi anoda tungsten mengakibatkan ukuran fokus dapat dibuat kecil (0.2 mm) dengan fokus efektif 0.1 mm.

Tabung mammografi mempunyai anoda putar. Molebdinum merupakan material yang umum untuk anoda, meskipun sering juga digunakan rhodium dan tungsten. Molebdenum mempunyai radiasi karakteristik pada 17.5 dan 19.6 keV, dan rhodium 20.2 dan 22.7 keV.


SID ( source to image distance) diperlukan sekitar 65 cm untuk memperoleh lapangan radiasi 24 x 30 cm, dengan sudut anoda efektif sekitar 20°. SID lebih pendek memerlukan sudut anoda yang lebih besar

Tabung mammografi sering mempunyai grounded anode, struktur anoda diberi tegangan 0 dan katoda diberi tegangan tertinggi negatif. Dengan tegangan anoda sama dengan metal tempat kedudukannya. off focus radiation dikurangi karena bungkus metal tabung menarik elektron yang terpantul yang kemungkinan akan dipercepat kembali ke anoda.

Perhatikan arah katoda anoda dalam pencitraan berkaitan dengan efek heel. Daerah anoda yang mempunyai intensitas relatif lebih rendah diposisikan pada daerah puting.







Kombinasi film-screen
Film dengan emulsi satu sisi, menghindari parallax, dan menggunakan screen satu dan lebih tipis dari screen standar. Pada umumnya screen tanah jarang (rare-earth) (lanthanium bromide atau gadolinium oxysulphide). Kecepatan screen sekitar 1/10 screen umumnya, menghasilkan resolusi tinggi 20 – 22 lp/mm. AEC digunakan agar diperoleh densitas film konstan sekitar 1.5.

Dosis pasien, MGD (the mean glandular dose) sekitar 1 mGy. Perbaikan kontras dapat dilakukan dengan grid, umumnya menggunakan grid rasio 4.0 – 5.0.

  







Tube output
Output pesawat dalam mR/mAs merupakan fungsi kVp, target, filtrasi, lapangan, dan jarak dari sumber. Dalam mammografi kenaikan output eksposi mendekati sebanding dengan kV pangkat tiga, sebanding dengan nomer atom target. Setelah Oktober 2002 kerma udara mammografi direkomendasikan oleh MQSA paling rendah 7 mGy/s (800 mR/s) dengan kondisi 28 kVp pada standard Mo/Mo, dan SID sesuai dengan sistem desain operasional yang disediakan oleh pesawat.

Radiologi pediatrik
Pencitraan anak berbeda dengan pencitraan orang dewasa antara lain karena
·        Risiko bahaya radiasi pada anak lebih tinggi
·        Ukuran tubuh lebih kecil
·        Komposisi tubuh tergantung umur
·        Kurang kooperatif
·        Perbedaan fungsional, seperti laju detak jantung lebih tinggi, pernafasan lebih cepat.
Beberapa perbedaan teknik optimum pencitraan anak dengan orang dewasa
1.      Waktu paparan, pada umumnya lebih pendek karena menghindari gerakan. Pesawat sinar X untuk tujuan diagnostik anak mempunyai persyaratan khusus. Perlu diperhatikan penggunaan waktu panjang, memungkinkan kV lebih rendah, kontras meningkat, tetapi dosis pasien meningkat.
2.      Penambahan filter 1mm Al dan 0.1 – 0.2 mm Cu (sesuai dengan 3 – 6 mm Al) diperlukan untuk mengurangi sinar X energi rendah, mengurangi efek beam hardening dalam tubuh. Usaha penggunaan filter lain, dengan material penyerap tepi kulit K misalnya rhodium, perak dan cadmium, dengan tepi K pada 23.2, 25.5, dan 26.9 keV.




3.      Bahan dengan atenuasi rendah digunakan untuk mengurangi dosis pasien (tempat tidur, grid, bagian muka kaset). Jangkauan kV untuk pencitraan anak, mengakibatkan dosis anak dapat mencapai 40% dosis orang dewasa.
4.      Ukuran lapangan dan kolimasi. Pada periode neonatal lapangan tidak boleh lebih dari 1 cm dari ukuran minimum, sedangkan setelah perioda neonatal ukuran lapangan dapat diperluas sampai 2 cm.
5.      Immobilisasi efektif. Perlengkapan immobilisasi untuk menjamin
·        Pasien tidak bergerak
·        Berkas dapat diarahkan dengan benar
·        Film berada di tempat proyeksi yang benar
·        Dapat dilakukan limitasi kolimasi
·        Memungkinkan pemberian shielding pada tubuh yang tidak dperlukan
6.      Penggunaan grid. Radiasi hambur dari anak lebih sedikit, sehingga sering tidak diperlukan grid. Bila dibutuhkan grid, sebaiknya rasio grid tidak lebih dari 1 : 8 dan jumlah garis tidak lebih dari 40/cm.
7.      Kombinasi film – screen cepat mengurangi dosis pasien, mengurangi waktu paparan yang berarti juga mengurangi gerakan penyebab blurring dalam pencitraan anak.

8.      Automatic exposure control (AEC). Berbagai problem dalam pemakaian AEC
·        Sistem tidak mampu memberikan kompensasi pada perbedaan ukuran tubuh anak yang sangat bervariasi
·        Ukuran detektor yang terlalu besar untuk daerah kritis yang diinginkan.
·        Kemungkinan tidak dapat memindahkan detektor pada daerah kritis
·        Umumnya bilik ionisasi ditempatkan di belakang grid yang sering tidak digunakan
·        Variasi kecepatan film screen tidak memungkinkan semuanya dikalibrasi oleh sistem AEC.
·        AEC mungkin membutuhkan waktu lebih lama dibanding dengan pemeriksaan radiografi.
9.      Dosis pasien dan kriteria kualitas citra.

Saturday, 16 June 2012


Mammogram Procedure

(Mammography, Breast X-ray)

Procedure overview

A mammogram is an X-ray examination of the breast. It is used to detect and diagnose breast disease in women who either have breast problems such as a lump, pain, or nipple discharge, as well as for women who have no breast complaints. The procedure allows detection of breast cancers, benign tumors, and cysts before they can be detected by palpation (touch).
Mammography cannot prove that an abnormal area is cancer, but if it raises a significant suspicion of cancer, tissue will be removed for a biopsy. Tissue may be removed by needle or open surgical biopsy and examined under a microscope to determine if it is cancer.
Mammography has been used for about 30 years, and in the past 15 years technical advancements have greatly improved both the technique and results. Today, dedicated equipment, used only for breast X-rays, produces studies that are high in quality but low in radiation dose. Radiation risks are considered to be negligible.
llustration of the anatomy of the female breast, front view
Click Image to Enlarge
The development of digital mammography technology allows for improved breast imaging, in particular, for women less than 50 years of age, women with dense breast tissue, and women who are premenopausal or perimenopausal. Digital mammography provides electronic images of the breasts that can be enhanced by computer technology, stored on computers, and even transmitted electronically in situations where remote access to the mammogram is required. The procedure for a digital mammography is basically performed the same way as a standard mammogram.
With computer-aided detection (CAD) systems, a digitized mammographic image from a conventional film mammogram or a digitally acquired mammogram is analyzed for masses, calcifications, or areas of abnormal density that may indicate the presence of cancer. The images are highlighted by the CAD system for further analysis by the radiologist.

What are the different types of mammograms?

According to the National Cancer Institute:
  • Screening mammogram. A screening mammogram is an X-ray of the breast used to detect breast changes in women who have no signs or symptoms of breast cancer. It usually involves two X-rays of each breast. Using a mammogram, it is possible to detect a tumor that cannot be felt.
  • Diagnostic mammogram. A diagnostic mammogram is an X-ray of the breast used to diagnose unusual breast changes, such as a lump, pain, nipple thickening or discharge, or a change in breast size or shape.A diagnostic mammogram is also used to evaluate abnormalities detected on a screening mammogram. It is a basic medical tool and is appropriate in the workup of breast changes, regardless of a woman's age.

What is an X-ray?

X-rays use invisible electromagnetic energy beams to produce images of internal tissues, bones, and organs on film. Standard X-rays are performed for many reasons, including diagnosing tumors or bone injuries.
Illustration of the anatomy of the female breast, side view
Click Image to Enlarge
X-rays are made by using external radiation to produce images of the body, its organs, and other internal structures for diagnostic purposes. X-rays pass through body structures onto specially-treated plates (similar to camera film) and a "negative" type picture is made (the more solid a structure is, the whiter it appears on the film).

Anatomy of the breasts

Each breast has 15 to 20 sections, called lobes, which are arranged like the petals of a daisy. Each lobe has many smaller lobules, which end in dozens of tiny bulbs that can produce milk.
The lobes, lobules, and bulbs are all linked by thin tubes called ducts. These ducts lead to the nipple in the center of a dark area of skin called the areola. Fat fills the spaces between lobules and ducts.
There are no muscles in the breast, but muscles lie under each breast and cover the ribs.
Each breast also contains blood vessels and vessels that carry lymph. The lymph vessels lead to small bean-shaped organs called lymph nodes, clusters of which are found under the arm, above the collarbone, and in the chest, as well as in many other parts of the body.

Reasons for the procedure

Mammography may be used either for screening or to make a diagnosis. Women older than 25 years should undergo diagnostic mammography if they have symptoms such as a palpable lump, breast skin thickening or indentation, nipple discharge or retraction, erosive sore of the nipple, or breast pain.
A mammogram may be used to evaluate breast pain when physical examination and history are not conclusive. Women with breasts that are dense, "lumpy," and/or very large may be screened with mammography, as physical examination may be difficult to perform.
Women who are at high risk for breast cancer or with a history of breast cancer may be routinely screened with mammography.
There may be other reasons for your doctor to recommend a mammography.

Who should get a screening mammogram?

The following screening guidelines are for early detection of cancer in women who have no symptoms:
  • Experts have different recommendations for mammography. Currently, the U.S. Preventive Services Task Force (USPSTF) recommends screening every two years for women ages 50 to 74. The American Cancer Society (ACS) recommends yearly screening for all women ages 40 and older. Women should talk with their doctors about their personal risk factors before making a decision about when to start getting mammograms or how often they should get them.
  • The ACS recommends clinical breast exams (CBEs) at least every three years for all women in their 20s and 30s. The ACS recommends annual CBEs for women ages 40 and older. The USPSTF, however, believes there is not enough evidence to assess the value of CBEs for women ages 40 and older. Women should talk with their doctors about their personal risk factors and make a decision about whether they should have a CBE.
  • The USPSTF does not recommend breast self-exams (BSEs) because evidence suggests BSEs do not lower risk for death from breast cancer. The ACS says BSEs are an option for women 20 and older as a means of familiarizing themselves with their breasts so they can notice changes more easily. Talking with your doctor about the benefits and limitations can help you decide if you should start performing BSEs.
  • Women who are at an increased risk (family history, genetic tendency, past breast cancer) should talk with their doctors about the benefits and limitations of starting mammography screening earlier, having additional tests (breast ultrasound, MRI), or having more frequent exams.
In addition, the following guidelines by age are recommended:
  • National Cancer Institute Guideline for Screening Mammography:Women in their 40s and older should have a screening mammogram on a regular basis, every one to two years.
  • American Cancer Society Guideline for Screening Mammography:Women 40 years of age and older should have a screening mammogram every year.
Consult your doctor regarding the screening guidelines that are appropriate for you.

Risks of the procedure

You may want to ask your doctor about the amount of radiation used during the procedure and the risks related to your particular situation. It is a good idea to keep a record of your past history of radiation exposure, such as previous scans and other types of X-rays, so that you can inform your doctor. Risks associated with radiation exposure may be related to the cumulative number of X-ray examinations and/or treatments over a long period of time.
If you are pregnant or suspect that you may be pregnant, you should notify your health care provider. Radiation exposure during pregnancy may lead to birth defects. If it is necessary for you to have a mammogram, special precautions will be made to minimize the radiation exposure to the fetus.
Mammograms may be more difficult to interpret in women younger than 30 years of age, due to the increased density of their breast tissue.
Some discomfort may be felt as the breast is compressed against the X-ray plate during the procedure. This compression will not harm the breast, however.
There may be other risks depending on your specific medical condition. Be sure to discuss any concerns with your doctor prior to the procedure.
Certain factors or conditions may interfere with a mammogram. These include, but are not limited to, the following:
  • Talcum powder, deodorant, creams, or lotions applied under the arms or on the breasts
  • Breast implants, as they may prevent complete visualization of the breast. If you have breast implants, be sure to tell your mammography facility that you have them when you make your appointment. You will need an X-ray technologist who is trained in working with patients with implants. This is important because breast implants can hide some breast tissue, which could make it difficult for the radiologist to see breast cancer when looking at your mammogram images.
  • Previous breast surgery
  • Hormonal breast changes

Before the procedure:

  • Your doctor will explain the procedure to you and offer you the opportunity to ask any questions that you might have about the procedure.
  • You may be asked to sign a consent form that gives permission to do the procedure. Read the form carefully and ask questions if something is not clear.
  • No fasting or sedation is required before the procedure.
  • If you are pregnant or suspect that you may be pregnant, you should notify your doctor.
  • Notify your doctor of all medications (prescribed and over-the-counter) and herbal supplements that you are taking.
  • Notify your doctor if you have breast implants or if you are breastfeeding.
  • Dress in clothes that permit access to the area to be tested or that are easily removed.
  • Comparison with old mammograms is very important. If you are having a mammogram performed at a new facility, you may be asked to retrieve your previous mammograms from the previous facility.
  • Avoid using deodorant, perfume, powders, or ointment on the breast or underarm area on the day of the mammogram. It may interfere with the reading.
  • Patients with painful breasts may be asked to refrain from caffeinated food and beverages for five to seven days before testing.
  • Breasts are often tender the week before and during menstruation, so try to schedule your mammogram for one to two weeks after your period starts.
  • Based on your medical condition, your doctor may request other specific preparation.

During the procedure

Photo of woman having a mammogram
A mammogram may be performed on an outpatient basis or as part of your stay in a hospital. Procedures may vary depending on your condition and your doctor's practices.Generally, a mammogram follows this process:
  1. You will be asked to remove any clothing, jewelry, or other objects that might interfere with the procedure.
  2. You will be asked to remove clothing from your waist up, and will be given a gown to wear.
  3. The technologist will ask you if you have noticed any lumps or other changes in either breast. If so, an adhesive marker will be placed on the spot(s) prior to the procedure.
  4. You will stand in front of a mammography machine and one breast will be placed on the X-ray plate. In order to position the breast for optimal imaging, the technologist may examine and/or palpate the breast before placing it on the plate. An adhesive marker may be applied to any moles, scars, or other spots that might interfere with the breast image.
  5. A separate flat plate, often made of plastic, will be brought down on top of the breast to compress it gently against the X-ray plate. Compression of the breast is required in order to minimize the amount of radiation used and to ensure optimal visualization of the breast tissue. You may feel some discomfort during this time.
  6. You will be asked to hold your breath while the image is being taken.
  7. The radiologic technologist will step behind a protective window while the image is taken.
  8. Two pictures at different angles will be taken of each breast, requiring the breasts to be repositioned between pictures.
  9. After the X-rays have been taken, you will be asked to wait while the films are examined by the radiologist to ensure that the films are clear and that no additional films are needed. If there is a question about any of the films, you may be asked to have additional films taken.
  10. The examination process takes approximately 20 to 30 minutes.
While the mammogram itself causes no pain, the manipulation and compression of the breast being examined may cause some discomfort or pain, particularly in the case of a recent injury or invasive procedure, such as surgery. The radiologic technologist will use all possible comfort measures and complete the procedure as quickly as possible to minimize any discomfort or pain.

After the procedure

Generally, there is no special type of care following a mammogram. Your doctor may give you additional or alternate instructions after the procedure, depending on your particular situation.

Online resources

The content provided here is for informational purposes only, and was not designed to diagnose or treat a health problem or disease, or replace the professional medical advice you receive from your doctor. Please consult your health care provider with any questions or concerns you may have regarding your condition.
This page contains links to other websites with information about this procedure and related health conditions. We hope you find these sites helpful, but please remember we do not control or endorse the information presented on these websites, nor do these sites endorse the information contained here.
American Cancer Society
American College of Radiology
American Society of Clinical Oncology
National Cancer Institute (NCI)
National Institutes of Health (NIH)
National Library of Medicine
Dewasa ini kanker payudara semakin banyak menyerang kita (para wanita). Angka kejadian tumor ganas payudara di Indonesia cukup tinggi, sedangkan angka kematiannya tak banyak berubah walaupun telah banyak kemajuan yang dicapai dalam pengobatan, baik berupa tindakan bedah, penyinaran, pengobatan hormonal, atau sitostatistika. Untuk itu, diagnosis dini keganasan payudara akan banyak memegang peranan penting dalam memperbaiki prognosis, selain faktor-faktor lain seperti letak tumor, ada  tidaknya metastatis kelenjar, dan lain-lain.
Sebelumnya apa sih kanker payudara itu? Kanker payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Kanker bisa mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara. Sedangkan penyebab dari kanker itu sendiri tidak diketahui, tetapi ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan seorang wanita menjadi lebih mungkin menderita kanker payudara. Risiko kanker payudara meningkat secara bertahap sebagai seorang wanita tua. Namun, risiko terkena kanker payudara tidak sama bagi semua wanita. Penelitian telah menunjukkan bahwa beberapa faktor meningkatkan kesempatan seorang wanita mengembangkan kanker.
1. Usia.
Sekitar 60% kanker payudara terjadi pada usia diatas 60 tahun. Risiko terbesar ditemukan pada wanita berusia diatas 75 tahun.
2. Pernah menderita kanker payudara.
Setelah payudara yang terkena diangkat, maka risiko terjadinya kanker pada payudara yang sehat meningkat sebesar 0,5-1%/tahun.
3. Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara.
Wanita yang ibu, saudara perempuan atau anaknya menderita kanker, memiliki risiko 3 kali lebih besar untuk menderita kanker payudara.
4. Faktor genetik dan hormonal.
5. Pernah menderita penyakit payudara non-kanker.
6. Menarke (menstruasi pertama) sebelum usia 12 tahun, menopause setelah usia 55 tahun, kehamilan pertama setelah usia 30 tahun atau belum pernah hamil.
7. Pemakaian pil kb atau terapi sulih estrogen.
8. Obesitas pasca menopause.
9. Pemakaian alkohol.
10 Pemakaian alkohol lebih dari 1-2 gelas/hari bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.
11. Bahan kimia.
Beberapa penelitian telah menyebutkan pemaparan bahan kimia yang menyerupai estrogen (yang terdapat di dalam pestisida dan produk industri lainnya) mungkin meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.
12. DES (dietilstilbestrol).
Wanita yang mengkonsumsi DES untuk mencegah keguguran memiliki risiko tinggi menderita kanker payudara.
13. Penyinaran.
Pada saat ini untuk mengenal keganasan payudara selain pemeriksaan klinis yang teliti juga diperlukan pemeriksaan penunjang lain, antara lain mamografi dan ultrasonografi. Pemeriksaan penunjang ini harus bekerja saling mengisi dan bukan bersaing, serta pelaksanaannya harus semudah mungkin dengan biaya yang relatif rendah. Pada pembahasan ini saya akan membahas tentang mamografi.
Apa itu mamografi?
Mamografi (mammography) merupakan metode pencitraan payudara dengan menggunakan sinar X berdosis rendah. Tes yang sesungguhnya disebut mammogram. Terdapat dua tipe mammogram. Pertama, screening mammogram ditujukan untuk wanita dengan payudara yang tak bermasalah. Mencakup dua pencitraan sinar X untuk masing-masing payudara.
Kedua, diagnostic mammogram yang dilakukan untuk mengevaluasi ketidaknormalan pada pasien baru ataupun pasien lama yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan (sebagai contoh, wanita dengan kanker payudara yang ditangani dengan lumpectomy atau pengangkatan benjolan payudara). Sinar X tambahan dari sudut lain ataupun pencitraan khusus pada area tertentu (yang diduga ada kanker) pun dilakukan.
X-ray mamografi menempatkan perempuan pada risiko yang lebih tinggi bahkan mengembangkan kanker payudara ‘radiation induced’.Telah ada perkembangan yang signifikan dalam kemampuan imaging unit x-ray dan yang cukup menurunkan dosis radiasi pada jaringan payudara. Bahaya yang mungkin dari mamografi x-sinar sangat rendah dan tidak harus menjadi faktor dalam pengambilan keputusan individu untuk menjalani prosedur ini. Hal yang sama berlaku untuk kebanyakan prosedur x-ray diagnostik. Meskipun demikian, paparan radiasi yang tidak perlu harus dihindari dan kewaspadaan terus diperlukan untuk memastikan bahwa manfaat yang berkaitan dengan prosedur tertentu lebih besar daripada risiko di masa mendatang.
Risiko kanker berhubungan dengan usia pada saat paparan radiasi dan dosis radiasi yang diterima.Sebuah mamografi x-ray mungkin mengakibatkan dosis jaringan payudara dari sekitar 0,3 cGy. Jika seorang wanita menerima 10 mammogram sebagai seorang wanita muda, dosis total akan menjadi sekitar 3 cGy. Untuk menempatkan dosis mammografi ke dalam perspektif seorang wanita yang menerima terapi radiasi sebagai pengobatan untuk kanker payudara akan menerima 40 sampai 60 Grays. Gray adalah satuan SI untuk dosis radiasi diserap. Jika seorang wanita memiliki skrining mamografi tahunan selama 50 tahun dimulai pada usia 40 dan berlanjut sampai usia 90, ia akan menerima total 0,1 sampai 0,2 abu-abu abu-abu radiasi per payudara selama 50 tahun. Oleh karena itu, tidak ada risiko signifikan radiasi yang terlibat. Apakah risiko yang terkait dengan eksposur seperti itu?Mengingat bahwa studi epidemiologi belum terdeteksi statistik peningkatan yang signifikan di bawah dosis sekitar 20 cGy, kita tahu bahwa 100 meningkatkan risiko cGy oleh sekitar 40%. Seseorang dapat memperkirakan bahwa cGy 3 dari pemutaran mamografi berkala, akan meningkatkan risiko sekitar 1,2% atau risiko relatif dari 1,012. Risiko rendah seperti ini tidak terdeteksi dalam studi manusia. Namun, semua radiasi yang tidak perlu harus dihindari dan meskipun risiko dianggap sangat kecil, harus jelas bahwa manfaat dari paparan medis akan jauh lebih besar daripada itu. Keputusan untuk memiliki prosedur diagnostik karena gejala medis, bagaimanapun, tidak harus ditunda karena keprihatinan atas risiko radiasi dianggap.
Peranan Mamografi pada tumor payudara
Tujuan utama pemeriksaan mamografi adalah untuk mengenal secara dini keganasan pada payudara. Berdasarkan penyelidikan, jika mamografi dan ultrasonografi dipakai bersama-sama dalam prosedur diagnostic, maka akan diperoleh nilai ketepatan diagnosis sebesar 97%.  Apabila kedua teknik tersebut dipergunakan secara tersendiri akan diperoleh nilai ketepatan untuk mamografi sebesar 94%, sedangkan USG hanya 78%.
Mamografi terutama berperan pada payudara yang mempunyai jaringan lemak yang dominan serta jaringan fibroglandular yang relatif lebih sedikit dan ini biasanya ditemukan pada wanita dewasa diatas umur 40 tahun, yang pada umur tersebut kekerapan akan terjadinya keganasan payudara makin meningkat. Peranan mamografi menjadi berkurang pada payudara yang mempunyai jaringan fibroglandular padat dimana keadaan ini sering terdapat pada wanita muda dibawah umur 30 tahun.
Pada mamografi, perbedaan kepadatan suatu tumor dengan jaringan sekitarnya dapat jelas terlihat terutama pada payudara wanita tua, hal ini disebabkan karena absorpsi sinar-X oleh jaringan tumor akan lebih banyak dari pada jaringan sekitarnya. Mamografi juga berperan dalam mengenal keganasan payudara pada penderita yang secara klinis teraba benjolan yang bersifat jinak, baik itu di payudara yang sama atau payudara yang kontralateral. Penilaian yang teliti pada kasus-kasus keganasan payudara untuk melihat respons penyinaran atau sitostatika juga dimungkinkan dengan pemeriksaan mamografi.
Indikasi pemeriksaan mamografi
Indikasi pemeriksaan mamografi, ialah :
  1. Adanya benjolan pada payudara.
  2. Adanya rasa tidak enak pada payudara.
  3. Pada penderita dengan riwayat risiko tinggi untukmendapatkan keganasan payudara.
  4. Pembesaran kelenjar aksiler yang meragukan.
  5. Penyakit Paget pada putting susu.
  6. Adanya penyebab metastatis tanpa diketahui asal tumor primer.
  7. Pada penderita dengan cancer-phobia.
Teknik pembuatan mamografi
Posisi utama yang digunakan pada mamografi ialah kranio-kaudal dan mediolateral. Pada beberapa pusat kedokteran sering juga dipakai posisi mediolateral oblik, terutama untuk mengenal tumor-tumor yang letaknya di sebelah lateral. Bahkan beberapa penyelidik hanya menggunakan satu posisi  saja untuk menilai keganasan pada screening (gamb. XVII.1.1 dan VXII.1.2).
Biasanya dipakai tegangan antara 30-50 Kva dan ini dapat diatur sesuai dengan besar kecil dan padat tidaknya payudara.
Film yang dipakai juga khusus, umumnya adalah film non-screen, tetapi akhir-akhir ini sering dipakai kombinasi film-screen terutama untuk mengurangi dosis radiasi di kulit. Dosis untuk satu kali pemotretan diperkirakan 1.1 Rad dibandingkan film non-screen yang menghasilkan dosis rata-rata 4.9 Rad.
Pembacaan  mammogram
Kelainan pada mammogram dapat diketahui dengan adanya tanda primer dan sekunder.
Tanda primer pada kelainan ini adalah :
  1. Kepadatan tumor dengan peningkatan densitas, batas tumor tak teratur, merupakan spikula atau mempunyai ekor seperti komet.
  2. Perbedaan besar tumor padapemeriksaan klinis dan mamografi.
  3. Adanya mikroklasifikasi yang sokesifik.
Tanda sekunder pada kelainan ini adalah :
  1. Perubahan pada kulit berupa penebalan dan retraksi.
  2. Kepadatan yang asimetris.
  3. Keadaan daerah tumor dan jaringan fibroglandular yang tak teratur.
  4. Bertambahnya vaskularisasi yang asimetris.
  5. Pembesaran kelenjar aksiler.
Sedangkan untuk tumor jinak, mamografi memberikan tanda :
  1. Lesi dengan densitas meningkat, batas tegas, licin dan teratur
  2. Adanya halo
  3. Kadang-kadang tampak perkapuran yang kasar dan umumnya dapat dihitung
Nilai ketepatan diagnostik dengan mamografi sangat bergantung pada beberapa faktor, antara lain mammogram yang berkualitas baik dan pembacaaan oleh ahli radiologi yang berpengalaman. Nilai ketepatan diagnostik mamografi  berkisar antara 80-94% untuk tumor ganas dan 90-93% untuk tumor jinak (Gambar XVII.1.3,XVII.1.4,XVII.1.5 dan XVII.1.6).




Posisi Saat Mammogram
Pasien akan diminta membuka baju dari pinggang ke atas dan diganti dengan pakaian rumah sakit. Kemudian berdiri di depan mesin mamografi. Penyinaran dilakukan satu per satu payudara dengan menempatkan payudara di atas penjepit lembar filem dari plastik atau metal. Kemudian, payudara akan ditekan sedatar mungkin diantara penjepit filem dan kotak plastic yang disebut paddle, yang menekan payudara dari atas ke bawah. Posisi ini disebut frontal-position. Proses berlangsung hanya beberapa detik saat sinar X dipancarkan. Tekanan yang baik dapat dirasakan tidak nyaman, tetapi hal ini diperlukan untuk menghasilkan gambar yang jelas dari seluruh jaringan payudara.

Langkah selanjutnya, pasien berposisi di samping mesin mamografi. Penjepit filem akan dinaikan sehingga sisinya persis dengan posisi luar payudara, sedangkan sudutnya menyentuh ketiak. Paddle akan menekan payudara kembali beberapa detik saat sinar X dipancarkan. Prosedur ini akan diulang untuk payudara satunya. Posisi ini disebut oblique-position. Totalnya empat sinar X, dua untuk masing-masing payudara. Sinar X tambahan dan teknik khusus biasanya diperlukan untuk mammogram diagnostic.

Mamogram dilihat dan diintepretasikan oleh seorang ahli radiology. Jika ditemukan area yang dicurigai atau menampakkan ketidaknormalan, sinar X tambahan akan direkomendasikan dan dapat dilakukan pada waktu yang sama. Namun biasanya, mammogram lanjutan akan dilakukan beberapa hari kemudian.
Pemeriksaan dengan mamografi biasanya membutuhkan waktu 15 sampai 30 menit. Pasien dengan mammogram diagnostic dapat membutuhkan waktu sampai 1 jam.
Perkembangan Teknologi Mamografi Digital
Sebuah riset penting bernama DMIST (Digital Mammographic Imaging Screening Trial) yang disponsori New England Journal of Medicine menunjukkan bahwa 65% wanita akan diuntungkan dari penggunaan digital mamografi, dibandingkan mamografi tradisional yang menggunakan film.

Wanita tersebut adalah:
  1. Wanita dibawah 50 tahun (tanpa memandang tingkat kepadatan jaringan payudaranya).
  2. Wanita segala usia dengan jaringan payudara yang heterogeneously dense (sangat padat) atau extremely dense(kepadatan ekstrem).
  3. Wanita pada masa pre atau perimenopausal disegala usia (didefinisikan sebagai wanita yang mendapat menstruasi terakhir 12 bulan sebelum mamografi).
Di Amerika, National Cancer Institute (NCI) merekomendasikan:
  1. Wanita usia 40 tahun harus periksa mamografi setiap satu atau dua tahun
  2. Wanita usia 50 tahun keatas harus periksa setiap satu atau dua tahun.
  3. Wanita dengan risiko kanker payudara yang lebih tinggi harus berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan mamografi sebelum usia 40 tahun.
Pada mamografi dengan film (telah digunakan selama 35 tahun), gambar dihasilkan di lembar film tersebut. Sekali gambar dihasilkan, tidak dapat dilakukan perubahan ataupun pengulangan. Jika gambar kurang terang, tidak dapat diperbaiki. Berbeda dengan mamografi digital yang menghasilkan gambar elektronik, gambar dapat diolah serta disimpan langsung di dalam komputer. Dengan teknologi digital, sensitivitas yang lebih tinggi dapat diciptakan dan akan sangat membantu pasien dengan ketidaknormalan payudara.

Riset DMIST memperlihatkan bahwa mamografi digital secara signifikan terbukti lebih baik daripada mamografi film, dalam pemeriksaan pada wanita di bawah 50 tahun, atau wanita segala usia dengan payudara yang memiliki kepadatan sangat tinggi. Teknologi digital telah mampu menangkap 30% lebih banyak ketidaknormalan payudara wanita yang melakukan pemeriksaan ini.

Sejak 1990, tingkat kematian wanita akibat kanker payudara telah menurun. Hal ini diyakini karena kemajuan teknologi deteksi kanker payudara serta meningkatnya kesadaran wanita untuk memeriksakan payudara mereka secara lebih dini. Saat ini, hanya sekitar 8% dari unit mamografi yang ada di Amerika yang telah berteknologi dan bersystem digital.
TEKNIK PEMERIKSAAN MAMMOGRAFI
Sebuah mammogram, atau x-ray dari payudara, bersama dengan pemeriksaan payudara klinis (ujian dilakukan oleh dokter Anda) adalah cara yang paling efektif untuk mendeteksi kanker payudara dini. Mammogram memiliki keduanya manfaat dan keterbatasan. Sebagai contoh, beberapa kanker tidak dapat dideteksi oleh mammogram, tetapi mungkin terdeteksi oleh pemeriksaan payudara.
Memeriksa payudara Anda sendiri untuk benjolan atau perubahan lainnya yang disebut SADARI (BSE). Studi sejauh ini belum menunjukkan bahwa BSE saja mengurangi jumlah kematian akibat kanker payudara. BSE seharusnya tidak mengambil tempat pemeriksaan payudara klinis dan mammogram.
Mammogram adalah tes aman digunakan untuk mencari masalah dengan payudara wanita. Tes menggunakan, khusus dosis rendah mesin x-ray untuk mengambil gambar dari kedua payudara. Hasilnya direkam pada film sinar-x atau langsung ke komputer untuk seorang ahli radiologi untuk memeriksa.
Mammogram memungkinkan dokter untuk melihat lebih dekat untuk benjolan payudara dan perubahan jaringan payudara. Mereka dapat menunjukkan benjolan kecil atau pertumbuhan yang dokter atau wanita mungkin tidak dapat merasakan ketika melakukan pemeriksaan payudara klinis. "Mamografi" adalah alat skrining terbaik yang dokter untuk menemukan kanker payudara.
Jika benjolan ditemukan, dokter mungkin memerintahkan tes-tes lainnya, seperti USG atau biopsi - tes di mana sejumlah kecil jaringan diambil dari benjolan dan daerah sekitar benjolan. Jaringan dikirim ke laboratorium untuk mencari kanker atau perubahan yang mungkin berarti kanker adalah mungkin untuk mengembangkan. Payudara benjolan atau pertumbuhan bisa jinak (bukan kanker) atau ganas (kanker). Menemukan kanker payudara dini berarti bahwa seorang wanita memiliki kesempatan yang lebih baik untuk bertahan hidup penyakit. Ada juga lebih banyak pilihan untuk pengobatan ketika kanker payudara ditemukan dini.

Apakah ada berbagai jenis mammogram?

  • Mammogram dilakukan untuk wanita yang tidak memiliki gejala kanker payudara. Ketika Anda mencapai usia 40, Anda harus memiliki mammogram setiap satu atau dua tahun.
  • Diagnostik mammogram dilakukan ketika seorang wanita memiliki gejala kanker payudara atau benjolan payudara. Mammogram ini butuh lebih lama dari screening mammogram karena lebih banyak gambar payudara diambil.
  • Digital mammogram mengambil gambar elektronik dari payudara dan menyimpannya langsung di komputer. Penelitian saat ini belum menunjukkan bahwa gambar digital lebih baik dalam menemukan kanker dari x-ray film.

Mammogram Prosedur

Anda berdiri di depan mesin x-ray khusus. Orang yang mengambil sinar-x, disebut teknolog radiologis, tempat payudara Anda (satu pada satu waktu) antara dua piring plastik. Pelat tekan payudara Anda untuk membuatnya datar. Anda akan merasakan tekanan pada payudara Anda selama beberapa detik. Hal itu dapat menyebabkan beberapa ketidaknyamanan Anda, Anda mungkin merasa diperas atau terjepit. Tapi, datar payudara Anda, semakin baik gambar. Paling sering, dua gambar diambil dari tiap payudara - satu dari samping dan satu dari atas. Sebuah mammogram memakan waktu sekitar 15 menit dari awal sampai akhir.

Implan Payudara dan Mammogram

Jika Anda memiliki implan payudara, pastikan untuk memberitahu fasilitas mamografi Anda bahwa Anda telah mereka ketika Anda membuat janji Anda. Anda akan memerlukan sebuah x-ray teknolog radiologis yang terlatih dalam x-raying pasien dengan implan. Hal ini penting karena implan payudara dapat menyembunyikan beberapa jaringan payudara, yang bisa membuat jika sulit bagi ahli radiologi untuk melihat kanker payudara ketika melihat mammogram Anda. Untuk alasan ini, untuk mengambil foto mammogram dari payudara dengan implan, teknisi x-ray lembut mungkin mengangkat jaringan payudara sedikit menjauh dari implan.

Seberapa Sering

  • Perempuan 40 tahun dan lebih tua harus mendapatkan mammogram setiap 1 sampai 2 tahun.
  • Wanita yang telah menderita kanker payudara atau masalah payudara lainnya atau yang memiliki riwayat keluarga kanker payudara, mungkin perlu untuk mulai mendapatkan mammogram sebelum usia 40 atau mereka mungkin perlu untuk membuat mereka lebih sering. Bicara dengan dokter tentang kapan mulai dan seberapa sering Anda harus memiliki mammogram.

Dimana

Pastikan untuk mendapatkan mammogram dari fasilitas disertifikasi oleh FDA. Tempat-tempat ini harus memenuhi standar yang tinggi untuk x-ray mereka mesin dan staf.
Dokter, klinik medis lokal, atau departemen kesehatan lokal atau negara dapat memberitahu Anda di mana untuk mendapatkan mammogram tanpa biaya atau berbiaya rendah.

Mempersiapkan sebuah Mamogram

Pertama, cek dengan tempat Anda mengalami mammogram untuk setiap instruksi khusus Anda mungkin perlu untuk mengikuti sebelum Anda pergi. Berikut adalah beberapa pedoman umum untuk mengikuti:
  • Membuat janji mammogram Anda selama satu minggu setelah periode Anda. Payudara Anda sakit kurang setelah periode Anda.
  • Jika Anda memiliki implan payudara, pastikan untuk memberitahu fasilitas mamografi Anda bahwa Anda telah mereka ketika Anda membuat janji Anda.
  • Kenakan kemeja dengan celana pendek, celana, atau rok. Dengan cara ini, Anda dapat membuka baju dari pinggang ke atas dan meninggalkan celana pendek Anda, celana, atau rok pada saat Anda mendapatkan mammogram Anda.
  • Jangan memakai apapun deodoran, parfum, lotion, atau bedak di bawah lengan atau di payudara Anda pada hari pengangkatan mammogram Anda. Hal-hal ini dapat membuat bayangan muncul pada mammogram Anda.

Masalah mammogram

Seperti halnya tes medis, mammogram memiliki batasan. Batasan ini mencakup:
  • Mereka hanya bagian dari pemeriksaan payudara lengkap. Dokter Anda juga harus melakukan pemeriksaan payudara klinis. Jika mammogram Anda menemukan sesuatu yang abnormal, dokter akan memesan tes lainnya.
  • "Negatif palsu" bisa terjadi. Ini semuanya berarti mungkin terlihat normal, tetapi kanker sebenarnya hadir. Negatif palsu tidak sering terjadi. Wanita muda lebih mungkin untuk memiliki mammogram negatif palsu dari wanita yang lebih tua. Hal ini karena jaringan payudara lebih padat, membuat kanker lebih sulit untuk spot.
  • "Positif palsu" bisa terjadi. Ini adalah ketika hasil mammogram terlihat seperti kanker hadir, meskipun tidak. Positif palsu lebih sering terjadi pada wanita yang lebih muda daripada wanita yang lebih tua.

Wednesday, 25 April 2012

Introduction to Mammography

   

 
WHAT IS A MAMMOGRAM?
A mammogram is a radiograph of the breast tissue (refer to the attached copy of a mammogram). It is an effective non-invasive means of examining the breast, commonly searching for breast cancer. Cancer is not preventable, but early detection leads to a much higher chance of recovery and lowers the mortality rate from this disease.


Breast tissue composition varies with age and hormone levels in a woman.
Generally,
  • A younger woman has denser or fibro-glandular breasts. Her mammogram will look very white or "cloudy" (Figure 8-dense breast).
  • Middle-aged women have a mixture of fibrous and glandular tissues (Figure 8-50-50 breast). Their mammograms look black and white.
  • In a mature breast, most of the fibrous tissue is replaced with fatty tissue. The mammograms tend to look black or gray (Figure 8-Fatty Replaced breast)

Film sizes
18 x 24 cm used for small to average sized breasts and
24 x 30 cm used for large sizes.

Mammography Procedure
Here is what happens, in brief :
The Woman

  • The woman is escorted to the changing room, where she undresses from the waist up and changes into the screening center gowns
  • She is asked to wipe off any deodorants, perfumes or powders that she may have used that day, as these can mimic micro calcifications on the film
  • She is taken into the mammography room, where the mammographer or technologist reviews her history sheet. The history sheet has questions pertaining to the woman’s previous mammograms, prior surgeries (if any), if she felt any lumps, superficial marks (such as prominent moles, scars from an incision), family history of breast cancer, number of children, her age when the first child was born, and last date of menstruation or post-menopausal (Addendum 2). Then, the mammography procedure is explained. This opens communication channels and the woman feels free to voice her concerns, thus increasing her comfort level.
  • It is important to prepare the woman for the compression that would be used for imaging. This device causes discomfort, but should not hurt the woman. A Compression Paddle, (see Figure 6 and Figure 7) is a device used to compress the breast tissue. This helps to spread out and separate breast tissue, enabling the Radiologist to get an unobscured view of possible pathology. Compression also lowers patient radiation dose and prevents patient motion.
  • The required views are performed and the woman is dismissed with instructions that she might feel sore for a day or so from the compression.
The Machine
  • Mammography equipment has progressed rapidly over the last 10 years. In developed countries, a dedicated mammography unit is used. A whole range of manufacturers make these machines, for example : GE, Bennett, Lorad, Siemens, Fischer, Phillips. They generally have a reciprocating grid to reduce scatter radiation thus avoiding fog and blurry image. The Filter (to make the beam hard and more penetrable) used, is 0.03 mm Molybdenum.
Film Processing is done under specific conditions. The two ways to develop an exposed film are (1) Standard Processing and (2) Extended Processing. The choice depends on the type of film used.
  • Technique used for a mammogram is low Kilo-voltage Peak (KvP) about 24 to 30. The milli-Ampere-seconds (mAs) varies depending on breast tissue density. When the photo timer cells are used, it provides the optimum mAs for the tissue to be imaged. This technique results in mammograms with a high film contrast, making it easier for the Radiologist to read.
  • The Films used for mammography are single emulsion fast films to enhance image sharpness by eliminating geometric distortion. Films commonly used are : Kodak Min- RE, Agfa, Fuji, Dupont, Konica.
  • The screens consist of a rare earth phosphor called terbium activated gadolinium oxysulfide. Screens have to be compatible with the film. The newest film-screen combination is responsible for dose reduction by 30 - 50 % .
  • Markers are used to indicate the side and view demonstrated on that particular film. Markers are placed on the side of the axilla (armpit) of the patient. This acts as a reference point to understand the orientation of the breast, especially in the CC view.
Views
Screening Mammograms
These views are done as a regular screening process to get an overall picture of the breasts and ensure that all is well. The protocol depends on the specific facility. In America, four films are required of the breasts: two views for each breast.

In Europe, most countries do one view (MLO) of each breast and if an area of suspicion is notice, then 15% of the times, additional CC views are taken.

Abbreviation Projection/Position Direction of the X-Ray
CC Cranio-Caudal Direction from head (cranium) to the feet (caudal)
MLO Medio-Lateral Oblique X-ray direction is from medial(inner) to lateral (outer) aspect; and the orientation of the breast is at an angle (Oblique)

Alternate Views
These are views done when the patient is unable to be positioned in certain views due to physical handicap or when the Radiologist wants to get a better look at possible pathology.


Abbreviation Projection/Position Direction of the X-Ray
LMO Lateral-Medial Oblique Direction of ray is from lateral(outer) to medial (inner), obliqued breast to demonstrate lesions in medial area
90LAT-LM
90LAT-ML
 
90 degree Lateral Direction of ray from one side to the other and the breast is in the lateral position

Augmented Breast Views
Regular views done and additional "Implant Displaced" (ID) Views performed. Regular views comprise of the screening views with minimal compression (too much compression can damage the implants) and ID views are the screening views with the implants pushed back against the chest wall and focus is on breast tissue only.

Diagnostic Mammogram
These views are to be used in addition to the screening mammograms to localize the exact position of an abnormality or views to better define the nature of an abnormality. Some abbreviations for those views are:


ABBREVIATION MEANING
M Magnification
XCCL Cranio Caudal view eXaggerated to axilLa
XCCM Cranio Caudal view eXaggerated Medially
CV CleaVage
AT Axillary Tail
RM Rolled Medially
RL Rolled Laterally
ID Implant Displaced

Interpreting Mammograms
Reading mammograms is a challenge for Radiologists. Diagnosis is truly subject to interpretation. Hence the concept of a ‘second reader’ is catching on in USA. In Europe, a second reading is routine procedure. A powerful magnifying glass is used to get a better look at suspected pathology. The ideal reading condition is in a dark room with no lights other than the ones from behind the mammogram films (on a film viewer or a motorized film viewer). Usually, in the reading area, there is a ‘hot light’ which is more powerful, enabling the Radiologist to get a sharper view of suspected area. If required, the Radiologist can turn this on and hold the film in front of it.

Radiologists read films as per certain criteria :
  • They do a comparative study of current films and prior films. They look for tissue, structure and calcification changes. If for example, they see that the current films have more microcalcifications than the previous, the woman would be subject to additional views in order to visualize the suspicious areas.
  • The Radiologists also do a comparative study of both the breasts. This is termed as an ‘ asymmetric study’. Generally, pathology does not occur in the both the breasts asymmetrically.
  • Viewing the parenchymal pattern is another method used by many Radiologists to find some signs leading to the detection of small invasive tumors. Both the CC views are placed against each other and they look for asymmetry, which is indicative of tumors. Similarly, both the MLOs are compared. Other features they look for are: architectural distortion, comparison of the nipples and retroareolar areas.
Work-up process
If the Radiologist detects an area of suspicion, a series of work-up procedure is recommended. The criteria for their decision is based on what they see and the location.

For example, in the course of ‘asymmetric study’ the Radiologist discovers a density, then he/she has to decipher if the pathologic abnormality is obvious (stellate lesion, typical/linear cancerous microcalcifications). If the answer is ‘Yes’, various procedure and modalities could be used (core biopsy or ultrasound), if it is ‘No’, then additional views such as spot compression can be performed to see if see if the density is an architectural distortion, fibrosis or normal parenchyma.
Here is a table of ‘Protocol for Breast Cancer Screening Path’ :


 
© 2004 R2 Technology, Inc.
Ref: From : http://www.r2tech.com/pti/index_b.html