Showing posts with label TEKNIK PEMERIKSAAN USG. Show all posts
Showing posts with label TEKNIK PEMERIKSAAN USG. Show all posts

Wednesday, 22 February 2012

PEMERIKSAAN USG (ULTRA SONOGRAPHY)
Aman, kok. Tapi mengapa sebagian orang masih ragu?
USG atau Ultrasonografi dalam dunia kedokteran memang bukan barang baru. Toh, kehadirannya terkadang masih menimbulkan kekhawatiran pada sebagian orangtua tentang penggunaan dan manfaatnya. Misalnya, kekhawatiran akan radiasi yang ditimbulkan dari alat tersebut. Beberapa orang bahkan menyangsikan manfaat alat ini mengingat ada satu dua kasus kelainan bayi yang dianggap tak terdeteksi oleh pemeriksaan USG. Belum lagi soal biaya. Beberapa klinik/rumah sakit memang sudah memasukkan biaya USG dalam biaya pemeriksaan kehamilan. Namun cukup banyak juga yang menagih pemeriksaan ini sebagai biaya tersendiri. Kalau pasien yang meminta, mungkin enggak jadi soal. Tapi jika dokter melakukan pemeriksaan USG setiap kali pasien kontrol dan ada biaya tambahan untuk itu, tampaknya ini tidak fair bagi pasien.
TAK ADA RADIASI
Pemeriksaan USG merupakan pemeriksaan penunjang yang dilakukan pada ibu hamil. Sebelum ada alat ini, denyut jantung janin baru dapat didengar pada usia kehamilan 16-18 minggu. Sementara dengan USG, pada usia kehamilan 6-7 minggu sudah dapat dideteksi. USG juga dapat mendeteksi kelainan-kelainan bawaan di usia kehamilan yang lebih awal.
CARA PEMERIKSAAN
Pemeriksaan USG dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:
1. Pervaginam
- Memasukkan probe USG transvaginal/seperti melakukan pemeriksaan dalam.
- Dilakukan pada kehamilan di bawah 8 minggu.
- Lebih mudah dan ibu tidak perlu menahan kencing.
- Lebih jelas karena bisa lebih dekat pada rahim.
- Daya tembusnya 8-10 cm dengan resolusi tinggi.
- Tidak menyebabkan keguguran.

2. Perabdominan
- Probe USG di atas perut.
- Biasa dilakukan pada kehamilan lebih dari 12 minggu.
- Karena dari atas perut maka daya tembusnya akan melewati otot perut, lemak baru menembus rahim.

JENIS PEMERIKSAAN USG
1. USG 2 Dimensi
Menampilkan gambar dua bidang (memanjang dan melintang). Kualitas gambar yang baik sebagian besar keadaan janin dapat ditampilkan.
2. USG 3 Dimensi
Dengan alat USG ini maka ada tambahan 1 bidang gambar lagi yang disebut koronal. Gambar yang tampil mirip seperti aslinya. Permukaan suatu benda (dalam hal ini tubuh janin) dapat dilihat dengan jelas. Begitupun keadaan janin dari posisi yang berbeda. Ini dimungkinkan karena gambarnya dapat diputar (bukan janinnya yang diputar).
3. USG 4 Dimensi
Sebetulnya USG 4 Dimensi ini hanya istilah untuk USG 3 dimensi yang dapat bergerak (live 3D). Kalau gambar yang diambil dari USG 3 Dimensi statis, sementara pada USG 4 Dimensi, gambar janinnya dapat “bergerak”. Jadi pasien dapat melihat lebih jelas dan membayangkan keadaan janin di dalam rahim.
4. USG Doppler
Pemeriksaan USG yang mengutamakan pengukuran aliran darah terutama aliran tali pusat. Alat ini digunakan untuk menilai keadaan/kesejahteraan janin. Penilaian kesejahteraan janin ini meliputi:

- Gerak napas janin (minimal 2x/10 menit).
- Tonus (gerak janin).
- Indeks cairan ketuban (normalnya 10-20 cm).
- Doppler arteri umbilikalis.
- Reaktivitas denyut jantung janin.

SAAT TEPAT PEMERIKSAAN
Pemeriksaan dengan USG wajib semasa kehamilan sebetulnya hanya dua kali, yaitu:
* Saat pertama kali pemeriksaan kehamilan (usia kehamilan berapa pun namun biasanya pada usia kehamilan 10-12 minggu). Pemeriksaan ini dilakukan sebagai skrining awal. Gambaran janin yang masih sekitar 8 cm akan terlihat tampil secara utuh pada layar monitor.
* Usia kehamilan 20-24 minggu sebagai skrining lengkap. Setelah usia kehamilan lebih dari 12 minggu gambaran janin pada layar monitor akan terlihat sebagian-sebagian/tidak secara utuh. Karena alat scan USG punya area yang terbatas, sementara ukuran besar janin sudah bertambah atau lebih dari 8 cm. Jadi, untuk melihat kondisi janin dapat per bagian, misalnya detail muka, detail jantung, detail kaki dan sebagainya.
Selain itu, penggunaan alat USG dapat dilakukan atas dasar indikasi yakni:
* Pemeriksaan USG serial untuk mengukur pertumbuhan berat badan janin.
* Bila perlu pada usia kehamilan 38-42 minggu untuk melihat bagaimana posisi bayi apakah melintang, kepala turun, dan lainnya.

MANFAAT
Trimester I
- Memastikan hamil atau tidak.
- Mengetahui keadaan janin, lokasi hamil, jumlah janin dan tanda kehidupannya.
- Mengetahui keadaan rahim dan organ sekitarnya.
- Melakukan penapisan awal dengan mengukur ketebalan selaput lendir, denyut janin, dan sebagainya.
Trimester II:
- Melakukan penapisan secara menyeluruh.
- Menentukan lokasi plasenta.
- Mengukur panjang serviks.
Trimester III:
- Menilai kesejahteraan janin.
- Mengukur biometri janin untuk taksiran berat badan.
- Melihat posisi janin dan tali pusat.
- Menilai keadaan plasenta.

TAK 100% AKURAT
Perlu diketahui, akurasi/ketepatan pemeriksaan USG tidak 100%, melainkan 80%. Artinya, kemungkinan ada kelainan bawaan/kecacatan pada janin yang tidak terdeteksi atau interpretasi kelamin janin yang tidak tepat. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor antara lain:
* Keahlian/kompetensi dokter yang memeriksanya.
Tak semua dokter ahli kandungan dapat dengan baik mengoperasikan alat USG. Sebenarnya untuk pengoperasian alat ini diperlukan sertifikat tersendiri.
* Posisi bayi
Posisi bayi seperti tengkurap atau meringkuk juga menyulitkan daya jangkau/daya tembus alat USG. Meski dengan menggunakan USG 3 atau 4 Dimensi sekalipun, tetap ada keterbatasan.
* Kehamilan kembar
Kondisi hamil kembar juga menyulitkan alat USG melihat masing-masing keadaan bayi secara detail.
* Ketajaman/resolusi alat USG-nya kurang baik.
* Usia kehamilan di bawah 20 minggu.
* Air ketuban sedikit.
* Lokasi kelainan, seperti tumor di daerah perut janin saat usia kehamilan di bawah 20 minggu agak sulit dideteksi.

III. KESIMPULAN
Melihat fungsi dan cara kerja USG, dapat dikatakan bahwa kinerja USG identik dengan scanner secara umum yang membedakan hanyalah data yang diterima, USG menerima data berupa gelombang sedangkan scanner menerima data berupa barang
Kamus mendefinisikan USG sebagai energi yang dihasilkan oleh gelombang suara 20,000 atau lebih getaran per detik. USG menggunakan gelombang suara yang jauh di atas frekuensi, yang telinga manusia dapat diartikan. Operasi yang didasarkan pada teknologi dari transduser memancarkan gelombang suara, yang menembus tubuh manusia tanpa risiko.Memasuki tubuh, gelombang ini perjumpaan tulang dan berbagai organ dalam. Gelombang frekuensi tinggi ini kemudian dipantulkan kembali dari organ-organ dan jaringan membentuk tubuh internal gambar pada layar bagian dari sumber. Sifat refleksi memungkinkan dokter untuk mengidentifikasi jenis jaringan.
Penemuan USG telah menjadi tengara dalam sejarah medis. Ini telah terbukti menjadi batu loncatan yang luas terhadap penelitian medis. USG telah membantu penelitian medis dalam memperoleh suatu pemahaman fungsi tubuh manusia. Sejarah dari penemuan kembali ke zaman Perang Dunia II. Studi radar dan sonar itu adalah pendahulu untuk pengembangan perangkat USG.
Nama dua ilmuwan menonjol dalam huruf tebal dalam sejarah USG dan pencitraan medis. Yang pertama adalah bahwa dari Dokter Karl Theodore Dussik dari Austria. Dokter Karl melakukan penelitian tentang investigasi USG transmisi otak. Berdasarkan temuan-temuannya, ia menerbitkan makalah pertama ultrasonik medis pada tahun 1942. Nama kedua adalah, tentu saja, terkenal di dunia. Itu adalah Profesor Ian Donald dari Skotlandia yang mengembangkan teknologi dan aplikasi praktis untuk USG pada 1950-an. USG pertama kali diuji oleh dia pada tahun 1957 dan setahun kemudian, fungsinya telah diuji pada wanita hamil.
Aplikasi yang paling luas dari teknik ini adalah penggunaannya dalam sonografi untuk menghasilkan gambar janin dalam rahim manusia. USG Kebidanan membantu untuk memeriksa kesehatan anak yang belum lahir. Ini membantu dalam mengevaluasi usia kehamilan, janin kelangsungan hidup dan pertumbuhan, lokasi plasenta dan di atas semua memeriksa kelainan fisik yang besar. USG memiliki berbagai keuntungan lain juga. Jaringan lunak pencitraan dari banyak bagian tubuh dilakukan dengan USG. Jantung, ginjal, hati dan kantong empedu scan sangat umum days.Ultrasound ini dapat digunakan untuk mencari tumor dan menganalisis struktur tulang. Teknik Doppler mesin ini membantu untuk memvisualisasikan arteri dan vena dan dengan demikian, memonitor aliran darah dalam setiap organ. Hal ini semakin sering digunakan dalam trauma dan pertolongan pertama kasus juga.
Kemajuan dalam penelitian ilmiah telah menyebabkan kemajuan dalam perangkat USG. Prinsip dasar tetap sama, perangkat medis baru bernama CAVITRON telah dibuat pada tahun 1980. Perangkat ini memiliki potensi untuk menghancurkan tumor dalam tubuh.
Satu hal yang pasti. Penemuan-penemuan semacam itu tidak dapat dianggap sebagai prestasi tunggal ketika mereka bermanfaat bagi kemanusiaan secara keseluruhan.

(Sumber Scum Doktor.com)
USG 4 Dimensi
Pemeriksaan Ultrasonografi (USG) Mutakhir Resolusi Tinggi

Doppler Berwarna/3D-4D Real Time
SamMarie family Healtcare telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang diagnostik canggih, antara lain alat USG mutakhir berkemampuan tinggi yang meliputi USG 2-Dimensi Doppler Berwarna, 3-Dimensi dan 4-Dimensi Real Time.

Untuk mencapai nilai ketepatan (akurasi) diagnostik yang tinggi, alat USG mutakhir ini dioperasikan oleh para dokter spesialis yang terpilih dalam bidangnya dan dipimpin oleh seorang dokter spesialis Radiologi Konsultan yang telah berpengalaman dalam melakukan berbagai jenis pemeriksaan USG.
Dengan alat USG ini kami dapat memberikan layanan diagnostik paripurna bagi setiap wanita sebelum kehamilan, semasa kehamilan, dan setelah melahirkan.
Sebelum Hamil
Pemeriksaan USG ditujukan untuk menapis (screening) kelainan dini agar dicapai status kesehatan dan tingkat keberhasilan kehamilan yang tinggi, misalnya kelainan bentuk rahim (uterus) baik yang bawaan (kongenital) atau dapatan (akunisitas), kelainan indung telur (ovarium), kelainan selaput rahim (endometrium), kelaianan saluran leher rahim (kanal serviks).
Selama Hamil
• Usia kehamilan 11-15 minggu.
Memberikan informasi secara umum tentang kondisi awal janin, rahim dan organ sekitarnya. Untuk penasahan (deteksi) dan diagnosis dini berbagai kelainan bawaan. Sebagian besar kelainan bawaan pada kepala, leher dan dinding perut dapat ditasah pada usia kehamilan 11-15 minggu.
• Usia kehamilan 18-20 minggu.
Memberikan informasi secara lebih rinci dalam penilaian pertumbuhan dan perkembangan janin dan organ-organ tubuhnya, meliputi otak, katub jantung dan pembuluh darah, organ dalam perut (internal abdomaen) termasuk hati, ginjal, dan usus, serta tulang punggung (vertebrata).
• Usia kehamilan 30-34 minggu.

Memberikan informasi tentang jenis kelamin dan letak janin, letak plasenta, talipusat, tampilan dan jumlah air ketuban, serta profil biofisik janin.
USG 4 DIMENSI SOLO
USG 4 DIMENSI, ALAT YANG DIGUNAKAN

Alat yang digunakan di klinik usg 4 dimensi solo, adalah alat usg yang tergolong high end (canggih). Alat tersebut bermerk GE, Type Voluson 730, yang memang didedikasikan untuk pemeriksaan USG 4 dimensi.

Saturday, 21 January 2012


TEKNIK PEMERIKSAAN ULTRASONOGRAFI ( USG )

1. TEKNIK PEMERIKSAAN USG SENDI BAHU

Pengertian
Melakukan pemeriksaan diagnostik non-invasif yang lebih sederhana, mudah dan relatif murah terhadap tendon otot-otot rotator cuff dan jaringan periartikular lainnya di daerah bahu.
Tujuan
Mendeteksi adanya patologi pada tendon otot-otot rotator cuff dan jaringan periartikular lainnya di daerah bahu.
Indikasi
Nyeri bahu akibat trauma atau proses degeneratif.
Kontraindikasi
Relatif : fraktur tulang-tulang bahu, luka terbuka pada jaringan lunak daerah bahu.

Prosedur Persiapan
Ruang pemeriksaan dalam keadaan tenang.
Pasien dalam posisi duduk menghadap pemeriksa.
Probe yang dipersiapkan adalah probe linear sekitar 9-12 MHz, menggunakan jelly USG.
Setting alat USG disesuaikan untuk organ superfisial bahu. Bila perlu menggunakan harmonic imaging.

Prosedur Tindakan
Tendon m.bicipitalis longus diperiksa dengan meletakkan probe di bagian anterior kaput humeri, tangan pasien dalam posisi relaks dan supinasi dengan lengan bawah diletakkan diatas paha pasien.  pengambilan gambar dilakukan pada proyeksi transversal dan longitudinal.
Tendon m.subskapularis diperiksa dengan meletakkan probe di bagian anterior kaput humeri. Pengambilan gambar secara transversal dan longitudinal, dilakukan dalam posisi tangan pasien netral-supinasi (lengan bawah diatas paha pasien) dan dalam posisi eksorotasi
Tendon m.supraspinatus diperiksa dengan meletakkan probe di bagian superior kaput humeri. Tangan pasien dalam posisi di posterior / punggung pasien, atau dalam posisi telapak tangan memegang pinggul ipsilateral. Studi dinamik menilai impingement dilakukan dengan lengan atas dalam posisi netral dan abduksi 90 derajat. Pengambilan gambar dilakukan pada proyeksi transversal dan longitudinal.
Tendon m.infraspinatus  diperiksa dengan meletakkan probe di bagian posterior kaput humeri, tangan pasien dalam posisi memegang bahu kontralateral.  Pengambilan gambar dilakukan pada proyeksi transversal dan longitudinal.
Penilaian
Tendon otot-otot m.bicipitalis longus, m.subskapularis, m.supraspinatus, m.infraspinatus, serta sebagian labrum posterior-inferior yang dapat terlihat. Tendon yang normal memperlihatkan ekhogenisitas yang merata dengan serat-serat otot yang paralel dengan sumbu panjangnya. Penilaian dinamis dilakukan untuk memperlihatkan adanya impingement otot.
Lama Tindakan
Sekitar 10-15 menit.
Komplikasi
Tidak ada.
Wewenang
Dokter spesialis radiologi.
Unit Yang Mengerjakan
Divisi Radiologi Muskuloskeletal
Referensi


2. TEKNIK PEMERIKSAAN USG SENDI SIKU

Pengertian
Melakukan pemeriksaan diagnostik non-invasif yang lebih sederhana, mudah dan relatif murah terhadap tendon otot-otot, ligamentum dan jaringan periartikular lainnya di daerah sendi siku.

Tujuan
Mendeteksi adanya patologi pada tendon otot-otot rotator cuff dan jaringan periartikular lainnya di daerah sendi siku.

Indikasi
Nyeri akibat trauma atau proses degeneratif.
Kontraindikasi
Relatif : fraktur tulang-tulang humerus distal atau radioulna proksimal, luka terbuka pada jaringan lunak daerah siku.

Prosedur Persiapan
Ruang pemeriksaan dalam keadaan tenang.
Pasien dalam posisi duduk menghadap pemeriksa.
Probe yang dipersiapkan adalah probe linear sekitar 9-12 MHz, menggunakan jelly USG.
Setting alat USG disesuaikan untuk organ superfisial sendi siku. Bila perlu menggunakan harmonic imaging.

Prosedur Tindakan

Penilaian
Tendon otot-otot m.biceps brachii, m.triceps brachii, celah sendi humeroulnar, n.radialis, n.ulnaris, arteri-vena cubiti, dan jaringan ikat sekitarnya.

Lama Tindakan
Sekitar 10-15 menit.
Komplikasi
Tidak ada.
Wewenang ekspertise
Dokter spesialis radiologi.
Yang Mengerjakan
Dokter Spesialis Radiologi / Sonografer.
Referensi


3. TEKNIK PEMERIKSAAN USG SENDI PERGELANGAN TANGAN

Pengertian
Melakukan pemeriksaan diagnostik non-invasif yang lebih sederhana, mudah dan relatif murah terhadap tendon otot-otot dan jaringan periartikular lainnya di daerah pergelangan tangan.
Tujuan
Mendeteksi adanya patologi pada tendon otot-otot  dan jaringan periartikular lainnya di daerah pergelangan tangan.
Indikasi
Nyeri bahu akibat trauma atau proses degeneratif, carpal tunnel syndrome
Kontraindikasi
Relatif : fraktur tulang atau luka terbuka pada daerah pergelangan tangan.
Prosedur Persiapan
Ruang pemeriksaan dalam keadaan tenang.
Pasien dalam posisi duduk menghadap pemeriksa.
Probe yang dipersiapkan adalah probe linear sekitar 9-12 MHz, menggunakan jelly USG.
Setting alat USG disesuaikan untuk organ superfisial pergelangan tangan. Bila perlu menggunakan harmonic imaging.
Prosedur Tindakan
Tendon m.flexor digitorum longus dan n.medianus diperiksa dengan meletakkan probe di bagian volar pergelangan tangan. Tendon m.extensor digitorum longus diperiksa dengan meletakkan probe di bagian dorsal pergelangan tangan. N.radialis dan ulnaris diperiksa dengan meletakkan probe di sisi lateral dan medial pergelangan tangan, yang berada dalam posisi supinasi. Pengambilan gambar dilakukan pada proyeksi transversal dan longitudinal.
Penilaian
Tendon otot-otot m.flexor et extensor digitorum longus, n.medianus, n.ulnarus dan n.radialis. Tendon yang normal memperlihatkan ekhogenisitas yang merata dengan serat-serat otot yang paralel dengan sumbu panjangnya. Khusus n.medianus dihitung luas area pada potongan melintangnya.
Lama Tindakan
Sekitar 10 menit.
Komplikasi
Tidak ada.
Wewenang ekspertise
Dokter spesialis radiologi
Unit Yang Mengerjakan
Dokter spesialis radiology / Sonografer
Referensi


4. TEKNIK PEMERIKSAAN USG SENDI LUTUT

Pengertian
Melakukan pemeriksaan diagnostik non-invasif yang lebih sederhana, mudah dan relatif murah terhadap tendon otot-otot dan jaringan periartikular lainnya di daerah sendi lutut.
Tujuan
Mendeteksi adanya patologi pada tendon otot-otot  dan jaringan periartikular lainnya di daerah sendi lutut.
Indikasi
Nyeri bahu akibat trauma atau proses degeneratif.
Kontraindikasi
Relatif : fraktur tulang-tulang dan luka terbuka pada  daerah sendi lutut.
Prosedur Persiapan
Ruang pemeriksaan dalam keadaan tenang.
Pasien dalam posisi supinasi atau pronasi, lutut difleksikan 90 derajat.
Probe yang dipersiapkan adalah probe linear sekitar 9-12 MHz, menggunakan jelly USG.
Setting alat USG disesuaikan untuk organ superfisial lutut. Bila perlu menggunakan harmonic imaging.
Prosedur Tindakan
Saat pasien dalam posisi supinasi, dilakukan pemeriksaan pada tendon quadriceps femoris, pes anserinus, Hoffa's fat pad, dan bursa peripatella serta trochlea. Dari arah medial dan lateral diperiksa juga meniscus medial & lateral, ligamentum collaterale mediale & laterale serta iliotibial band.
Saat pasien dalam posisi pronasi diperiksa fossa poplitea, termasuk arteri-vena poplitea, serta tendon m.biceps femoris dan m.gastrocnemius caput medial & lateral. Pengambilan gambar dilakukan pada proyeksi transversal dan longitudinal.
Penilaian
Tendon otot-otot m.quadriceps femoris, pes anserinus,  m.biceps femoris dan m.gastrocnemius. Tendon yang normal memperlihatkan ekhogenisitas yang merata dengan serat-serat otot yang paralel dengan sumbu panjangnya. Ligamentum collaterale medial & lateral serta iliotibial band memperlihatkan struktur linear iso-hipoekhoik dengan kaliber yang merata. Hoffa's fat pad dan bursa diperiksa untuk mencari adanya hipoekhogenisitas patologis. Meniscus lateral & medial memperlihatkan struktur isoekhoik berbentuk segitiga.
Lama Tindakan
Sekitar 10-15 menit.
Komplikasi
Tidak ada.
Wewenang
Dokter spesialis radiologi.
Unit Yang Mengerjakan
Divisi Radiologi Muskuloskeletal
Referensi


5. TEKNIK PEMERIKSAAN USG SENDI PERGELANGAN KAKI

Pengertian
Melakukan pemeriksaan diagnostik non-invasif yang lebih sederhana, mudah dan relatif murah terhadap tendon otot-otot dan jaringan periartikular lainnya di daerah pergelangan kaki.
Tujuan
Mendeteksi adanya patologi pada tendon otot-otot dan jaringan periartikular lainnya di daerah pergelangan kaki.
Indikasi
Nyeri bahu akibat trauma atau proses degeneratif.
Kontraindikasi
Relatif : fraktur tulang-tulang atau luka terbuka pada jaringan lunak daerah pergelangan kaki.
Prosedur Persiapan
Ruang pemeriksaan dalam keadaan tenang.
Pasien dalam posisi pronasi dan supinasi.
Probe yang dipersiapkan adalah probe linear sekitar 9-12 MHz, menggunakan jelly USG.
Setting alat USG disesuaikan untuk organ superfisial pergelangan kaki. Bila perlu menggunakan harmonic imaging.
Prosedur Tindakan
Saat pasien dalam posisi supinasi, pada sisi medial dilakukan pemeriksaan tendon m.tibialis posterior, m.flexor digitorum longus, dan m.flexor hallucis longus, juga arteri-vena tibialis posterior dan ligamentum deltoid. Dari arah lateral dilakukan pemeriksaan tendon m.peroneus longus & brevis, ligamentum talofibular anterior & posterior, dan ligamentum kalkaneofibular.
Saat pasien dalam posisi pronasi diperiksa tendon Achilles dan jaringan synovium dibawahnya. Pengambilan gambar dilakukan pada proyeksi transversal dan longitudinal.
Penilaian
Tendon otot-otot m.tibialis anterior & posterior, m. peroneus longus et brevis, m.flexor hallucis longus, dan tendon Achilles. Tendon yang normal memperlihatkan ekhogenisitas yang merata dengan serat-serat otot yang paralel dengan sumbu panjangnya. Ligamentum talofibular anterior & posterior, ligamentum kalkaneofibular dan deltoid  memperlihatkan struktur linear iso-hipoekhoik dengan kaliber yang merata.
Lama Tindakan
Sekitar 10-15 menit.
Komplikasi
Tidak ada.
Wewenang
Dokter spesialis radiologi.
Unit Yang Mengerjakan
Divisi Radiologi Muskuloskeletal
Referensi


6. TEKNIK PEMERIKSAAN USG PLANTAR PEDIS

Pengertian
Melakukan pemeriksaan diagnostik non-invasif yang lebih sederhana, mudah dan relatif murah terhadap jaringan lunak plantar pedis.
Tujuan
Mendeteksi adanya patologi pada fascia plantaris di daerah plantar pedis.
Indikasi
Plantar fasciitis, trauma
Kontraindikasi
Relatif : fraktur tulang-tulang atau luka terbuka pada jaringan lunak daerah plantar pedis.
Prosedur Persiapan
Ruang pemeriksaan dalam keadaan tenang.
Pasien dalam posisi pronasi, kaki menggantung di tepi tempat tidur.
Probe yang dipersiapkan adalah probe linear sekitar 9-12 MHz, menggunakan jelly USG.
Setting alat USG disesuaikan untuk organ superfisial. Bila perlu menggunakan harmonic imaging.
Prosedur Tindakan
Pemeriksaan dilakukan dengan meletakkan probe pada posisi longitudinal di pertengahan plantar pedis daerah tumit/kalkaneus, sedikit oblik ke arah medial.  Pengambilan gambar dilakukan pada proyeksi transversal dan longitudinal.
Penilaian
Struktur fascia plantaris dinilai ada tidaknya lesi patologis hipoekhoik serta dilakukan pengukuran ketebalan fascia plantaris. Penilaian juga dilakukan pada struktur jaringan synovium disekitarnya.
Lama Tindakan
Sekitar 5 menit.
Komplikasi
Tidak ada.
Wewenang
Dokter spesialis radiologi.
Unit Yang Mengerjakan
Divisi Radiologi Muskuloskeletal
Referensi