Showing posts with label TEKNIK PESAWAT RADIOTERAPI. Show all posts
Showing posts with label TEKNIK PESAWAT RADIOTERAPI. Show all posts

Friday, 13 April 2012

PESAWAT SIMULASI DIGITAL THERAPY IMAGING (DTI)
Fitrus Ardoni[1], Arif Jauhari[2]
Pendahuluan Aplikasi teknologi digital dalam proses pencitraan sinar-x pada pemeriksaan radiologi, umumnya dimanfaatkan untuk tujuan efisiensi faktor eksposi, sekaligus untuk meningkatkan kualitas gambar radiografi. Kebutuhan akan citra radiografi yang berkualitas ternyata tidak hanya dibutuhkan untuk proses keperluan diagnosis, akan tetapi juga dibutuhkan dalam proses simulasi penyinaran pada perencanaan pengobatan radioterapi. Proses simulasi penyinaran pada radioterapi menghasilkan salah satu output yang berupa citra radiografi (foto terapi) yang dihasilkan oleh pesawat simulator Radioterapi.
Dalam radioterapi energi yang digunakan umumnya berkisar antara 50 KV sampai 10 MV, yang ditujukan untuk mematikan sel-sel ganas (kanker), namun dalam pelaksanaannya tidak hanya sel-sel ganas yang terkena radiasi, tapi jaringan sehat sekitarnya juga akan ikut terkena, Maka untuk meminimalisasi jaringan sehat sekitarnya dan memaksimalkan pada sel-sel ganasnya diperlukan suatu perencanaan penyinaran yang tepat (treatment planning). Salah satu tahapan penting dalam perencanaan penyinaran radioterapi adalah simulasi.
Proses pencitraan sinar-x pada pesawat simulator radioterapi, baik dalam bentuk fluoroscopy maupun radiografi saat ini telah mulai dilengkapi dengan teknologi digital yang disebut Digital Theraphy Imaging (DTI).
Prinsip Pencitraan Pada Simulasi Radioterapi
Simulasi penyinaran radioterapi pada dasamya adalah proses pencitraan sinar-x secara fluoroskopi yang seolah-olah melakukan teknik penyinaran seperti dengan pesawat treatment radioterapi yang sesungguhnya. Hal ini diperlukan agar teknik penyinaran yang akan diberikan pada pasien benar-benar mencapai sasaran secara optimal dan akurat.
Dari proses simulasi ini didapatkan beberapa parameter untuk penyinaran, seperti; luas lapangan penyinaran, sudut dan arah sumber penyinaran, blokade area yang harus dilindungi, teknik penyinaran, jarak sentrasi dan sudut kolimasi

Hal-hal yang harus dimiliki sebagai syarat minimum dari pesawat simulator adalah; memiliki gantry (C-arm) dengan x-ray tube dan Image Intensifier yang terpasang berhadapan serta dapat diputar 360 derajat dari sumbunya, memiliki kolimator yang dapat diputar 360 derajat terhadap axis sentrasi, memiliki indikator penunjuk jarak Source Axis Distance (SAD), memiliki meja pemeriksaan yang rata, dapat diatur naik-turun (vertical), maju-mundur (longitudinal), digeser kiri-kanan (lateral) dan dapat diputar dari axis sejauh 360 derajat (rotation).
Prinsip dasar dari proses pencitraan dalam simulasi adalah; set-up posisi simulasi (posisi pasien), lalu dilakukan fluoroskopi terhadap pasien pada perkiraan lokasi penyinaran. Gambaran fluoroskopi diteruskan ke Image Intensifier, lalu keperangkat sirkuit elektronik dan ditampilkan dimonitor fluoroscopy (cctv). Kemudian akuisisi posisi simulasi, dan selanjutnya dilakukan eksposi radiografi yang menghasilkan foto simulator (foto terapi).
Digital Therapy Imaging pada Pesawat Simulator

Digital Therapy Imaging sesungguhnya merupakan perangkat komputer tambahan yang dapat dirangkaikan dengan perangkat pencitraan pada umumnya. Pencitraan gambar fluoroskopi akan tampil selama eksposi dilakukan. Dan bila eksposi dihentikan, gambar tersebut berikut nama dan identitas pasien menjadi tampilan gambar diam (freezed) pada title bar. Tampilan tersebut biasa disebut dengan Last Image Hold (LIH).
Gambaran freezed dapat disimpan ke dalam data base (hard disk) bersamaan dengan parameter posisi simulasi dan data pasien. Selanjutnya bila diperlukan, sistem ini dapat menampilkan kembali gambar yang telah tersimpan untuk keperluan pengaturan (manipulasi) gambar, kontras dan ketajaman sesuai dengan yang diinginkan. Aplikasi ini juga memungkinkan untuk menambahkan teks atau gambaran garis-garis bentuk blok, sehingga informasi yang ditampilkan menjadi lebih optimal.

Secara prinsip cara kerja dari digital therapy imaging sama dengan pesawat simulator konvensional umumnya, yaitu mengambil gambaran dari objek dengan proses fluoroscopy. Pada digital therapy imaging ini gambaran hasil fluoroscopy bisa disimpan dan bisa diatur kontras dan densitas gambarannya serta bisa ditambahkan keterangan-keterangan data pasien dan garis-garis bentuk blok. Hasil simulasi (foto terapi) tidak selalu dicetak di film, tetapi lebih sering dicetak pada kertas biasa. Hal ini tentunya secara ekonomis sangat menguntungkan dan juga mempercepat waktu pelaksanaan proses simulasi radioterapi.
Kelebihan Digital Therapy Imaging dibandingkan dengan pesawat simulator konvensional adalah:
  1. Dari segi dosis radiasi terhadap pasien. Dengan digital therapy imaging dapat mengurangi waktu (durasi) fluoroskopi, sehingga dapat mengurangi dosis sinar-x yang diterima pasien dalam proses simulasi.
  2. Dari segi ekonomi. Digital therapy imaging memiliki nilai efisiensi secara ekonomi, karena hampir tidak diperlukan lagi penggunaan film radiografi. Hasil pencitraan berikut data pasien dan parameter simulasi bisa dicetak pada lembarankertas melalui mesin printer.
  3. Digital therapy imaging juga menyediakan fesilitas Digital Image Communication in Medicine (DICOM). Selanjutnya hasil simulasi dapat langsung ditransfer ke unit kerja terkait melalui jaringan Local Area Network (LAN) atau melalui sistem Picture Arsips Communication System (PACS).
Komponen dari Digital Therapy Imaging (DTI)DTI terdiri dari 2 kelompok fungsional:
  1. Sebagai komputer biasa yang berisi; processing unit; hardware computer eksternal; software computer untuk DTI.
  2. Sebagai perangkat keras akuisisi dan procesing data yang terletak di dalam komputer (Data Acquisition and Processing Hardware). C
[1] Radiografer pada Instalasi Radioterapi RS. Kanker Dharmais, Jakarta.
[2] Peneliti pada Pusat Kajian Radiografi dan Imajing (Puskaradim), Jakarta.

Thursday, 12 April 2012

PRINSIP KERJA PESAWAT TERAPI COBALT (CO60)
Supi Atmayati Ilam[1], Arif Jauhari[2]

Sekilas Pesawat telelerapi ini menggunakan sumber radiasi CO60 yang memancarkan sinar gamma secara terus menerus sehingga baik digunakan untuk keperluan pengobatan penyakit kanker. Sumber (head source) CO60 berada pada gantry yang dapat diatur penyudutannya dari 00 - 3600. Pesawat ini dilengkapi dengan lampu kolimator dan fiber optic yang berfungsi untuk mendapatkan titik sentral dari luas lapangan penyinaran, mengatur jarak sumber ke obyek dengan mengubah ketinggian meja.
Prosedur Pemakaian
Sebelum meng ON kan pesawat, periksa dahulu apakah bagian belakang panel konsul (console panel) sudah terhubung dengan tepat ke mainframe melalui kabel khusus. Caranya, pertama-tama ON kan power pada mainframe sehingga lampu penunjuk langsung menyala, jika tidak maka tarik tombol emergency (darurat) yang berada pada control box, kemudian ubah console Key pada posisi I. Pada posisi normal semua lampu penunjuk akan menyala. Setelah itu konsul berbunyi bip dan menunjukkan pesawat dalam kondisi slap seperli ditunjukkan oleh kedipan lampu ZERO RESET.
Lampu tombol penunjuk dan display dapat diuji coba dengan menekan kontak Front Panel Test yang terletak di sisi kanan konsul. Uji coba ini mengakibatkan semua lampu menyala dan semua display menunjukkan angka 88.88 serta system alarm berbunyi. Tekan tombol zero reset (RAZ) dan lepaskan maka T2 menghitung dalam mode up yang dipercepat ke dalam waktu 01.00. Ketika waktu tercapai panel konsul berbunyi bip dan tombol penunjuk kesalahan menyala selama fraksi waktu sedetik lamanya.
Jika penunjuk waktu tidak bekerja dan bekerja relatif cepat dan tanpa berhenti, maka panel konsul tidak dapat dioperasikan, Bila terjadi kesalahan, mallungsi atau penunjuk waktu T2 tombol kiri dan kanan mulai berkedip dan akan padam jika salah satunya ditekan.

Petunjuk Pelaksanaan Radioterapi Pertama tekan tombol FIXED, sehingga tombol tersebut menyala dan lampu lainnya berhenti berkedip. Masukkan waktu radioterapi dalam satuan menit ke digital keyboard. Tombol A digunakan untuk membatalkan dan tombol V untuk validasi waktu radioterapi. Setelah waktu dimasukkan melalui keyboard, untuk prases lebih jauh tombol V perlu ditekan, maka indikator READY akan menyala.
Jika indikator tersebut tidak menyala, periksalah pintu ruang radioterapi ataupun sistem lain apakah sesuai dengan indikator yang menyala. Selama persiapan radioterapi, setiap waktu tombol reset dapat ditekan untuk membatalkan waktu yang telah dimasukkan ke digital keyboard dan selanjutnya sistem kembali ke awal paragraf ini.

Permulaan Radioterapi
Ubahlah power up key searah putaran jam (yaitu, pindah dari posisi I ke posisi treatment dan tetap diposisi ini selama 1 sampai 2 detik yang ditandai oleb indikator on treatment menyala kemudian lepaskan key yang akan kembali ke posisi I.
Sumber kemudian berpindah dari posisi penyimpanannya menuju ke posisi penyinaran. Posisi ini ditunjukkan oleh 3 buah lampu: source in storage, source in transfer, source out.
Jika transfer terakhir lebih dari 3 detik, panel konsul menunjukkan keadaan malfungsi dan radioterapi akan berhenti.
Selama sumber meninggalkan posisi penyimpanannya, T2 memulai perhitungan. Saat sumber mencapai posisi penyinaran T1 mulai berhitung.
Jika salah satu tombol INTERRUPTION atau TERMINATION ditekan selama sumber berpindah, maka sistem pada panel konsul akan pindah dari kondisi INTERRUPTION atau TERMINATION.

 

Urutan Perlakuan Kedua penunjuk waktu melanjutkan perhitungan waktu sampai satu dari 4 kemungkinan ini terjadi:
1. Normal termination: Tl telah mencapai Preset time.
2. Operators termination: tombol termination telah ditekan.
3. Interruption: tombol interruption telah ditekan.
4. Malfunction: selarna radioterapi berlangsung bunyi bip terdengar setiap 3 detik.
Dalam kasus akhir radioterapi yang normal, sumber dikembalikan ke posisi penyimpanannya. Jika waktu total untuk transfer kembali ke posisi penyimpanan melebihi 3 detik, panel konsul menunjukkan malfungsi. Dan jika panel konsul tidak kembali ke kondisi stand by (treatment termination), maka tombol zero reset akan berkedip.
Ketika radioterapi dihentikan dengan menggunakan tombol termination sumber kembali ke dalam penyimpanan. Pengukuran transfer waktu yang sama dibuat seperti pada awal radioterapi dan panel konsul berubah ke kondisi treatment terminalion. Suara bip yang lebih lama akan dipancarkan pada saat kondisi akhir tercapai.
Ketika radioterapi dihentikan dengan menggunakan tombol INTERRUPT console berubah ke kondisi berhenti: sumber dikembalikan ke posisi penyimpanannya seperti untuk treatment termination, dan tombol penunjuk INTERRUPTION menyala. Kondisi demikian memungkinkan pintu ruang radioterapi dibuka dan gantry diputar tanpa mengakibatkan console ke sistem malfungsi.
Selanjutnya radioterapi dapat dihentikan atau diteruskan. Radioterapi dapat dihentikan dengan menggunakan tombol termination atau mungkin diteruskan dengan mengubah power up key console seperempat putaran arah jarum jam (dari posisi "V ke posisi "treatment") dan tetap dalam posisi ini selama 1-2 detik (the "on Co60" indicator lights up) sebelum melepaskan kunci yang kemudian kembali keposisi I.
Ketika panel konsul dalam kondisi malfungsi, surnber dikembalikan secara otomatis kepenyimpanannya dan alarm berbunyi. Panel konsul akan mendeteksi malfungsi selama radioterapi berlangsung, jika:
  • Pintu ruang radioterapi dibuka.
  • Jika sumber meninggalkan posisinya lebih dari 0,1 menit penyinaran.
  • Gantry masuk/menuju putaran.
  • Waktu T2 melebihi Tl yang diset.
Perubahan Perlakuan Radioterapi Bila panel konsul dalam kondisi treatment termination tomhol zero reset berkedip, tekan tombol ini kemudian T2 menghitung dalam model dipercepat ke waktu yang sesuai pada saat terjadi kesalahan. Hal ini untuk menguji kebenaran operasi terhadap rangkaiannya. Panel konsul berbunyi bip, lampu FAULT berkedip dalam waktu pendek dan T2 kembali ke nol. Kondisi demikian memungkinkan untuk memasukkan data radioterapi baru.
Sumber Berbalik dalam Kondisi Darurat
Selama radioterapi berlangsung dimungkinkan untuk memaksa sumber kembali ke posisi penyimpanan dengan menggunakan motor. Proses demikian dapat dilakukan dengan menekan tombol EMERGENCY. Tindakan ini selalu membawa panel konsul kembali kekondisi malfungsi. Penekanan tombol EMERGENCY ketika sumber di dalam penyimpanannya tidak akan membawa efek pada pesawat. C

[1] Radiografer pada Instalasi Radioterapi RS Persahabatan, Jakarta.[2] Peneliti pada Pusat Kajian Radiografi dan Imajing, Jakarta (joeharry2000@yahoo.com)