Showing posts with label TEKNIK RADIOGRAFI FORAMEN OPTICUM. Show all posts
Showing posts with label TEKNIK RADIOGRAFI FORAMEN OPTICUM. Show all posts

Tuesday, 19 June 2012

TEKNIK RADIOGRAFI FORAMEN OPTICUM

PROYEKSI RHEESE
PROSEDUR PEMERIKSAAN
  • Persiapkan Alat dan Assesories radiografi yang dibutuhkan untuk praktek radiografi Foramen Opticum
  • Geser tabung sinar x tepat dipertengahan meja pemeriksaan.
  • Atur luas lapangan penyinaran sesuai dengan besarnya obyek, tabung sinar x diatur 90derajat terhadap meja pemeriksaan.
  • Posisi Kepala prone/Postero anterior
  • Tempatkan orbita yang akan diperiksa dipertengahan kaset, dengan pipi, hidung dan dagu menempel meja pemeriksaan.
  • MSP kepala diposisikan 53 derajat terhadap meja pemeriksaan (bidang film) dengan menggunakan alat bantu penyudutan.
  • OML tegak lurus bidang film.
  • Fiksasi kepala dengan menggunakan bantal pasir dan spon agar tidak berubah posisinya.
  • Pertengahan kaset diatur tepat pada jatuhnya sinar X
  • Letakkan Marker R (kanan) atau L (kiri) sesuai posisi objek pada tepi kaset yang tercakup luas lapangan penyinaran.
  • Pastikan Central Ray (CR) tegak lurus dengan bidang film tepat dipertengahan film
  • Central Point (CP) pertengahan orbita yang dekat dengan film
  • Jarak pemotretan (FFD) = 90 cm
  • Berikan faktor eksposi (KV, mA, dan Second) sesuai dengan tebal objek kepala.
  • Selesai eksposi, lakukan prosesing film di Kamar Gelap
KRITERIA GAMBARAN
  • Tampak gambaran canalis opticum (foramen) pada quadrant inferior lateral (Outer Inferior Quadrant)
  • Bagian batas lateral orbita, batas medial, dan batas bawah orbita.
  • Tampak bagian ala parva os sphenoidale
  • Tampak batas luas lapangan penyinaran dan marker R (kanan) atau L(kiri)