Showing posts with label TEKNIK RADIOGRAFI. Show all posts
Showing posts with label TEKNIK RADIOGRAFI. Show all posts

Friday, 20 September 2013

TEKNIK RADIOGRAFI

Teknik Radiografi khusus
Yang termasuk dalam teknik radiografi khusus ini antara lain: ”high voltage technique”, makro radiografi, radiografi digital, teknik subtraksi, mammografi, xeroradiografi, radiografi pediatrik, dan radiologi dental.
High voltage radiography
• Meningkatkan output/mAs
• Penetrasi pasien lebih efesien
• Penurunan dosis pasien
• Penghitaman film lebih efisien
• Lebih banyak radiasi hambur mencapai film,
• Menurunkan kontras
• Exposure latitude meningkat
Untuk pasien dengan ukuran medium, radiografi daerah thorax, cukup dengan 60 – 70 kVp. Kontras bagus, tulang kelihatan tajam, vaskularitas pulmonary kelihatan jelas. Namun untuk pasien gemuk (separasi >25 cm), atenuasi dan hamburan mulai tampak mengganggu. Menaikkan mAs mungkin dapat melebihi batas rating tabung, atau dengan meningkatkan waktu eksposi. Bila dipakai grid, dosis pasien meningkat, kontras meningkat berlebihan, sehingga daerah dekat dinding thorax dan mediastinum menjadi putih dan pusat thorax menjadi gelap.
Teknik tegangan tinggi (125 – 150 kVp), penetrasi pasien bagus, waktu eksposi rendah, namun perlu diperhatikan, kemampuan tabung, mungkin tidak dapat dipakai dengan frekuensi tinggi dengan teknik ini. Bila tabung akan sering digunakan dengan tegangan tinggi, sebaiknya diberitahukan kepada manufaktur. Generator harus sering diperiksa karena kemungkinan tegangan yang dipakai melebihi batas kemampuan pesawat.
Kontras citra pada film menjadi lebih rendah, mampu untuk mendeteksi jangkauan kontras lebih lebar, namun detail tulang iga tidak tampak jelas, bila pasien sangat gemuk, perbedaan daerah atas dan bawah thorax menjadi tampak tajam dan dapat dikurangi dengan kompensator aluminium.
Teknik kV tinggi, eksposi latitude meningkat (perhatikan gambar di bawah, pada daerah eksposi AB). Daerah AB masih dapat digeser ke eksposi ke A1B1 atau A2B2 tanpa mengurangi kontras. Sebaliknya pada kVp rendah, kurva karakteristik tidak memiliki latitude. Nilai kVp diturunkan kurva sudah mencapai daerah kaki, dan sebaliknya kVp dinaikkan mencapai kurva mencapai daerah saturasi. Tegangan tinggi juga mengakibatkan hamburan meningkat (~ 5 kali dibanding dengan teknik kV rendah). Oleh karenanya untuk mereduksi radiasi hamburan diperlukan grid. Perlu diperhatikan bahwa grid rasio tinggi akan meningkatkan dosis pasien. Teknik lain untuk mengurangi radiasi hambur adalah penggunaan teknik air gap (celah udara).
Tenik celah udara akan mengakibatkan sumber sinar x menjauh, pinggir berkas mendekati sejajar (lihat gambar). Ukuran titik fokus akan berpengaruh pada penumbra, yang bersama dengan gerakan pasien akan berpengaruh pada ketajaman citra. Selain itu, teknik celah udara juga meningkatkan dosis pasien. Untuk teknik tegangan tinggi radiografi dada dengan FFD ~ 3 m, umumnya celah udara ~ 20 cm.
Meskipun teknik celah udara mempunyai keuntungan, namun High tidak banyak dipakai, mungkin karena perlu mengubah posisi kaset terhadap meja pasien.
Macroradiography
Perbesaran dalam radiografi (M)
Penumbra, ukuran tergantung pada ukuran fokus, dan proporsional dengan P = d/(FFD-d), dan akan memiliki penumbra P = 0 bila d = 0. Dapat dilihat dalam gambar bahwa penumbra akan dipengaruhi oleh ukuran sumber.
Dalam praktek obyek tidak pernah bersinggungan dengan film. Dengan mengambil kondisi umum d = 10 cm, FFD = 100 cm, maka M ~ 1.1. Harga M meningkat dengan kenaikan d dengan FFD konstan. Meskipun meningkatkan nilai d akan menurunkan hamburan, namun mempunyai beberapa konsekuensi berikut
1. Ukuran focal spot. Dengan anggapan penumbra termasuk sebagai citra yang diperbesar, nilai magnifikasi yang sebenarnya dapat dikalkulasi dan hasilnya sama dengan
M + (M-1)F/xy
F ukuran focal spot dan xy ukuran obyek. Bila M besar, dan F dalam order xy, maka penumbra berpengaruh besar pada citra. Oleh karenanya fokus harus sekecil mungkin, agar ketidak tajaman akibat penumbra kecil. Ukuran titik fokus ~ 0.1 mm lebih sering dipakai dibending dengan yang yang berukuran 0.3 mm. Perlu diperhatikan bahwa tidak mudah untuk memperoleh intensitas homogen dalam berkas sinar X dengan focal spot kecil. Ada kemungkinan distribusi intensitas pada pinggir relatif lebih tinggi dibanding dengan pada pusat berkas, ataupun dapat terjadi sebaliknya. Ketidaktentuan distribusi berkas yang demikian akan menyulitkan penentuan parameter eksposi dalam radiografi.
2. Film–screen unsharpness. Magnifikasi mempunyai efek pada ketidaktajaman karena ukuran titik fokus, ketidaktajaman screen justru akan berkurang akibat magnifikasi. Contoh, Bila obyek berisi 8 garis/mm, dan obyek menempel pada film (M~1), maka screen seharusnya dapat menghasilkan citra 8 garis/mm, namun kemampuan screen tidak memungkinkan. Bila diambil d = FFD/2, M = 2, obyek lebih mudah terlihat dalam citra menjadi 4 garis/mm [ingat perbesaran M = FFD/(FFD-d)].
3. Movement unsharpness. Degradasi citra dapat diakibatkan oleh ketidaktajaman gerakan. Effek movement unsharpness tergantung pada harga d. Dengan meningkatkan d, bayangan gerakan akan lebih terlihat dibanding dengan bila M mendekati 1.
4. Quantum mottle. Jumlah foton per mm2 yang dibutuhkan untuk membentuk citra tertentu yang selanjutnya merupakan persyaratan kehitaman film. Bila harga d dinaikkan, magnifikasi meningkat, jumlah foton yang dibutuhkan juga meningkat.
5. Bila FFD ditentukan tetap, faktor eksposi tidak berubah, namun bila obyek didekatkan ke fokus untuk menaikkan magnifikasi, maka dosis entrans pasien meningkat. Dua faktor untuk kompensasi kenaikan dosis entrans. Pertama lapangan radiasi dikurangi, yang dapat dilakukan dengan mengatur bukaan kolimator. Kedua dengan memberi air gap dengan menghilangkan grid.
Subtraction techniques, eliminasi informasi citra yang tidak diperlukan
Suatu teknik untuk menhilangkan informasi yang tidak diinginkan dalam citra, yang mengakibatkan informasi yang diinginkan lebih mudah terlihat. Contoh, angiografi untuk melihat perubahan posisi dan jumlah kontras media dalam pembuluh darah antara dua citra yang diambil dengan interval pendek
Radiograf adalah negatif dari object data. Bila dibuat negatif dari negatif yang berarti positif, kemudian positif dan negatif digabung maka diperoleh transmisi cahaya dengan intensitas uniform. Kondisi demikian dikarenakan daerah hitam pada film negatif asal akan menjadi daerah putih pada film positif, dan begitu pula sebaliknya. Film positif citra asal disebut “mask” (topeng). Bila radiograf kedua dibuat dengan detail agak berbeda, misalnya setelah diberi kontras media, kemudian mask dan radiograf kedua digabung, maka bagian yang mengalami perubahan akan tampak lebih jelas.
Digital substraction angiography
Digital subtraction angiography pada dasarnya mempunyai teknik sama dengan mask subtraction. Suatu seri individual radiografi dibuat, biasanya dengan laju satu eksposi per detik, selama dan sesudah diinjeksi dengan kontras media yang mengandung unnsur dengan nomer atom tinggi, misalnya, yodium. Selanjutnya setiap eksposi disimpan sebagai citra digital. Untuk memperoleh resolusi tinggi, diperlukan titik fokus kecil (sekitar 0.5 mm). Disertai pula “pulsed exposure’ (eksposi pulsatif) dengan interval pendek, khususnya untuk kateterisasi jantung, sehingga tabung sinar x membutuhkan rating yang khusus pula. Untuk memperoleh kontras tinggi, hamburan harus dihilangkan sebanyak-banyaknya, atau kalau memungkinkan dihilangkan sama sekali. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan dua grid, di depan dan di belakang pasien yang bergerak secara sinkron. Digital image processor mungkin dipakai untuk menjamin bahwa semua eksposi sama kecuali pada daerah yang dipengaruhi oleh kontras. Kemampuan komputer yang mensyaratkan pengambilan 60 citra per sekon dengan masing –masing 512 x 256 pixel, merupakan salah satu masalah besar dalam koleksi data, manipulasi, penyimpanan, dan displai.
Dual energy substraction
Teknik substraksi lain, yang memanfaatkan metoda digital, dilakukan berdasarkan sifat atenuasi berbagai material dalam tubuh yang tergantung pada kV. Sebagai contoh, sinar x kV rendah dibutuhkan untuk membuat kontras jaringan lunak, sedangkan tulang memberikan kontras masih tinggi meskipun dengan kV tinggi.
Dual energy substraction dapat dijelaskan dengan gambar di bawah. Bagian pertama detektor terdiri dari ytrium oxysulphide phosphor screen yang digabung dengan barisan fotodioda. Ytrium memiliki K absorption edge 17 keV, dibentuk signal yang sesuai dengan energi foton, seperti tulang dan jaringan lunak. Sinar x selanjutnya melewati filter Cu, berkas diperkeras sebelum dijatuhkan pada filter tebal gadolinium oxysulphide phosphor screen. Gadolinium memiliki K absorption edge 50 keV, sehingga signal yang dibentuk oleh foton energi tinggi dapat dideteksi. Bila citra bentukan screen kedua dengan pembobotan yang tertentu dikurangkan pada citra screen pertama, akan diperoleh citra dengan pelemahan struktur tulang.
Time interval differencing
Dalam prinsip substraksi digital antar 2 frame, satu frame dipakai untuk substrak citra dalam frame yang lain. Frame untuk substraksi tidak perlu konstan dari frame tertentu. Contoh, citra dalam 30 frame yang diambil dari beberapa detik. Dalam interval tertentu dapat dilakukan frame 1 untuk substrak frame 11, frame 2 untuk frame 12, frame 3 untuk frame 13, dan seterusnya. Dengan demikian setiap substraksi dilakukan antara dua frame citra yang dipisahkan oleh interval waktu tertentu. Cara ini efektif untuk memperoleh citra organ yang berubah teratur secara siklis seperti jantung. Beda waktu dan jumlah frame dalam suatu kelompok dapat diatur untuk memperoleh citra yang terbaik.

Sunday, 24 June 2012




 








KEMENTERIAN KESEHATAN RI

Pemeriksaan :
COR ANALISIS

No. Dokumen :


No. Revisi :

Halaman :

Tanggal Terbit :

Ditetapkan oleh,




Pengertian
Pemeriksaan jantung dengan menggunakan foto torak PA dan lateral dengan pengisian kontras positif (barium sulfat, atau yodium) di daerah esofagus.
Tujuan
Untuk menilai atrium dan ventrikel jantung.
Indikasi
Bila diduga ada pembesaran jantung (kardiomegali).
Kontraindikasi relatif
Kehamilan trimester pertama, gangguan menelan (disfagia)
Prosedur Persiapan
Pasien sebelum dilakukan pemeriksaan foto torak, berganti baju dengan tujuan benda-benda logam yang melekat di daerah torak disingkirkan dan rambut diikat ke atas.
Prosedur Tindakan
1.       Memastikan identitas dan pemeriksaan radiografi yang diminta
2.       Memasang identitas pasien dan marker dengan benar.
Jarak fokus film diambil 1,80 sampai 2 meter. Pada jarak yang cukup jauh ini sinar-X berjalan hampir sejajar sehingga bayangan jantung tidak banyak mengalami pembesaran. Proyeksi yang diambil adalah sebagai berikut :
·         Proyeksi Postero-Anterior (PA)
Harus dibuat dengan simetris, tidak boleh miring sedikitpun. Esofagus dapat diisi dengan kontras positif. Kontras diminumkan sebanyak satu sendok makan. Dengan perlahan-lahan kontras ditelan dan kemudian baru dilakukan eksposi.
Kondisi radiografi harus sedemikian baik, sehingga pembuluh darah paru dapat dilihat dengan jelas.
Eksposi dilakukan pada akhir inspirasi.
·         Proyeksi Lateral Kiri (kecuali Dekstrokardia)
Proyeksi ini dibuat dengan esofagus diisi barium dan dibuat dengan jarak 1,80 m. Proyeksi ini harus dibuat dalam posisi true lateral.
Penilaian
Kontras harus terlihat mengisi esofagus pada posisi AP dan lateral.
Lama Tindakan
15 – 20 menit
Komplikasi
Aspirasi kontras
Wewenang
Pemeriksaan dilakukan oleh radiografer.
Pemberian kontras dilakukan oleh perawat atau dokter spesialis radiologi,
Pembacaan/penilaian dilakukan oleh dokter spesialis radiologi.
Yang Mengerjakan
Radiologi
Dokumen Terkait
Surat pengantar dari dokter / klinisi, Persetujuan Tindakan Medik
Referensi
Purwohudoyo SS., 1984. Pemeriksaan Kelainan Kelainan Kardiovaskuler dengan Radiologi Polos.









 








KEMENTERIAN KESEHATAN RI

Pemeriksaan :
FOTO TORAK PA / AP / LATERAL / TOP LORDOTIK

No. Dokumen :


No. Revisi :

Halaman :

Tanggal Terbit :
Ditetapkan oleh,




Pengertian
Foto torak adalah pemeriksaan Radiologi konvensional dengan menggunakan sinar-X dari daerah torak. Pemeriksaan yang terbaik adalah dalam posisi tegak berdiri postero anterior. Pada pasien yang sedang sakit atau tidak mampu berdiri boleh dilakukan dalam posisi duduk atau supine.
Pemeriksaan tambahan dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan untuk memperjelas kelainan yang tampak. Yang tersering adalah; posisi lateral, oblik, top lordotik.
Tujuan
Pemeriksaan ini adalah untuk memperlihatkan struktur morfologi organ-organ dalam rongga torak seperti, jantung dan pembuluh darah besar, paru-paru, rongga pleura dan struktur organ lain dalam rongga mediastinum dan paru.
Indikasi
Diduga ada kelainan dalam rongga torak, atau untuk medical check up.
Kontraindikasi
Kehamilan trimester pertama tidak dianjurkan kecuali dalam keadaan emergensi dan mengancam nyawa
Prosedur Persiapan
Pasien sebelum dilakukan pemeriksaan foto torak, berganti baju dengan tujuan benda-benda logam yang melekat di daerah torak disingkirkan dan rambut diikat ke atas.
Prosedur Tindakan
1.     Memastikan identitas dan pemeriksaan radiografi yang diminta
2.     Memasang identitas pasien dan marker dengan benar.
Posisi PA :
Pasien berdiri tegak menghadap kaset, kedua tangan diletakkan di daerah kedua pinggul, dan kedua siku menempel pada kaset sehingga bahu mendorong skapula keluar dari daerah paru. Untuk pasien yang lemah dapat meletakkan kedua tangannya memeluk kaset.
Batas atas kaset terletak setinggi level vertebrae C7 ; tergantung ukuran pasien. Batas lateral kolimasi berada di batas kulit dari iga terbawah.
Eksposi dilakukan pada saat inspirasi dalam.
Posisi AP :
Pada pasien yang lemah posisi diambil dalam posisi supine dengan kedua tangan diangkat mengelilingi kepala.
Posisi Lateral Torak :  
Pasien posisi miring dengan tangan ke atas. “Central Beam” Terpusat 10 cm di bawah aksila. Pengambilan foto dalam keadaan inspirasi dalam dengan FFD (Film Focus Distance) 180 cm.
Torak Oblik :
Posisi pasien agak rotasi 45 derajat dengan film
Eksposi dalam keadaan inspirasi dalam

Top Lordotik :
Pasien berdiri posisi AP sedemikian rupa sehingga batas atas apeks dengan kaset berjarak 4 cm dari casette tray, kemudian mencondongkan bagian dada atas ke belakang ke arah kaset dengan ke 2 bahu (foto hal 5 lange).
Fokus sinar (“Central Beam“) terletak di manubrium sterni dan terletak di tengah kaset.
Penilaian
Foto Torak PA yang adekuat adalah sbb.:
Prosesus spinosus setinggi vertebra torakal 4 terlihat di tengah, tanpa rotasi. Batas medial skapula terletak di luar iga.
Seluruh rongga torak tercakup dari apeks paru sampai kedua sudut kostofrenikus.
Inspirasi cukup bila kubah diafragma terletak di bawah iga 9 posterior.
Kondisi foto cukup baik bila jantung, diafragma dan pembuluh darah paru terlihat jelas.
Ciri-ciri foto lateral yang adekuat : seluruh paru terlihat
Kedua lengan tidak tervisualisasi dalam daerah paru.
Ciri-ciri foto top lordotik yang adekuat
  • Memperlihatkan apeks paru yang tidak superposisi dengan klavikula dan iga I.      
Lama Tindakan
5 – 10 menit
Komplikasi
Tidak ada.
Wewenang
Pemeriksaan dilakukan oleh Radiografer
Pembacaan/Penilaian dilakukan oleh dokter spesialis Radiologi
Unit Yang Menangani
Radiologi
Dokumen Terkait
Surat pengantar dari dokter / klinisi
Referensi
1.          Standar prosedur operasional Radiodiagnostik jilid I Dr. Bambang B, SpRad PDSRI Jakarta.
2.          Lange Sebastian In Radiology of chest Diseases. P 1 - 5
3.           

Monday, 18 June 2012

Pokok Bahasan 1. Radiografi tulang-tulang belakang
Sub Pokok Bahasan: Pemeriksaan radiografi tulang-tulang belakang.
1. TEKNIK RADIOGRAFI VERTEBRA SERVIKAL DAN ODONTOID
Pengertian                                    
Melakukan pemeriksaan radiografi dengan sinar-x untuk organ yang akan diperiksa
Tujuan                                            
Melihat struktur vertebra servikal dan odontoid
Indikasi          
·        Fraktur
·        Infeksi
·        Tumor
Kontraindikasi                              
Hamil muda (relatif)
·        Prosedur Persiapan      
·        Melepaskan gigi palsu, kaca mata, perhiasan, jepitan rambut dan alat bantu dengar
·        Ukuran film: 18 x 24 cm
·        FFD: 100 cm
·        Bucky: dipakai
·        Eksposure: 66 - 70 kV, 8 mAS
·        Pasang proteksi untuk gonad
·        Prosedur Tindakan         
     Pasien posisi berdiri atau supine
·        Garis simpisis mental dengan batas bawah oksipital tegak lurus terhadap bidang horizontal film
·        Mulut dalam keadaan terbuka (untuk melihat odontoid)
·        Proyeksi: 10-15 derajat kraniokaudal
·        Pusat sinar melalui “sterna notch” dan ditengah kaset
·        Pasien diminta menahan nafas dan jangan menelan ludah selama pengambilan gambar
Untuk melihat prosesus odontoid proyeksi : ventrodorsal, tegak lurus terhadap film. Pusat sinar berada digaris tengah diantara dua sudut mulut
·        Penilaian  
     Prosesus odontoid, aksis dan atlas terlihat dengan jelas
·        Vertebra C3 sampai C7 tervisualisasi dengan baik
Lama Tindakan                            
Sekitar 10 menit
Komplikasi                                   
Tidak ada
Wewenang                                   
Pokja muskuloskeletal
Unit Yang Mengerjakan               
Pokja muskuloskeletal
Dokumen Terkait                         
Surat pengantar dari dokter / klinisi
Referensi      
Pocket atlas of radiographic positioning
Radiographic Positioning Philip ballinger
2, TEKNIK RADIOGRAFI FOTO VERTEBRA SERVIKAL LATERAL
Pengertian                                         
Melakukan pemeriksaan radiografi dengan sinar-x untuk organ servikal proyeksi lateral.
Tujuan                                                 
Melihat struktur vertebra servikal.
Indikasi          
·        Fraktur
·        Infeksi
Tumor
Kontraindikasi
Hamil muda (relatif)
Prosedur Persiapan
·        Melepaskan gigi palsu, kaca mata, perhiasan, jepitan rambut dan alat bantu dengar
·        Ukuran film: 18 x 24cm
·        FFD: 100 cm
·        Bucky: ya
·        Eksposure: 60-70 kV, 7. 1 – 8 mAS
·        Pasang proteksi untuk gonad
Prosedur Tindakan  
·        Pasien posisi berdiri
·        Bahu menempel pada kaset yang tegak
·        Kepala dan leher pada posisi yang benar-benar lateral (bidang median paralel terhadap film)
·        Dagu sedikit terangkat, batas atas kaset berada 3 cm diatas sudut mata
·        Proyeksi: lateral tegak lurus terhadap film
·        Pusat sinar melalui bagian tengah leher (C4) dan bagian tengah kaset
·        Pasien diminta menahan nafas dan jangan menelan ludah selama pengambilan gambar
Penilaian       
·        Semua servikal vertebra terlihat pada posisi lateral
·        Prosesus spinosus C7 juga harus terlihat
Lama Tindakan                                 
Sekitar 10 menit
Komplikasi                                         
Tidak ada
Wewenang                                         
Pokja muskuloskeletal
Unit Yang Mengerjakan                    
Pokja muskuloskeletal
Dokumen Terkait                              
Surat pengantar dari dokter / klinisi
Referensi
Pocket atlas of radiographic positioning
Merrill’s Atlas of Radiographic Position and Radiographic
3, TEKNIK RADIOGRAFI VERTEBRA SERVIKAL OBLIK
Pengertian                                      
Melakukan pemeriksaan radiografi dengan sinar-x untuk organ servikal.
Tujuan                                              
Melihat struktur vertebra servikal (terutama feromina intervertebralis).
·        Fraktur
·        Infeksi
·        Tumor
Kontraindikasi                                
Hamil muda (relatif)
Prosedur Persiapan
·        Melepaskan gigi palsu, kaca mata, perhiasan, jepitan rambut dan alat bantu dengar
·        Ukuran film: 18 x 24 cm
·        FFD: 100 cm
·        Bucky: ya
·        Eksposure: 60-70 kV, 7.1 mAS
·        Pasang proteksi untuk gonad
Prosedur Tindakan  
·        Pasien posisi berdiri dengan punggung menempel pada kaset yang tegak
·        Sisi yang lain menjauh dari kaset dengan sudut 45 derajat
·        Dagu sedikit terangkat, dengan kepala sedikit ke bidang film agar lamus mandibula tidak terlihat pada gambar
·        Batas atas kaset berada 3 cm diatas batas atas telinga
·        Proyeksi: ventrodorsal (AP), 10 derajat caudocepalat
·        Pusat sinar melalui bagian tengah leher (C4) dan bagian tengah kaset
·        Pasien diminta menahan nafas dan jangan menelan ludah selama pengambilan gambar
·        Penilaian  Foramina intervertebralis terlihat dengan jelas
·        Identifikasi foramina kanan sama dengan bahu kiri yang mendekat pada kaset dan sebaliknya
Lama Tindakan                              
Sekitar 10 menit
Komplikasi                                      
Tidak ada
Wewenang                                      
Pokja muskuloskeletal
Unit Yang Mengerjakan                 
Pokja muskuloskeletal
Dokumen Terkait                           
Surat pengantar dari dokter / klinisi
Referensi      
Pocket atlas of radiographic positioning
Merrill’s Atlas of Radiographic Position and Radiographic
4. TEKNIK PEMERIKSAAN VERTEBRA TORAKAL AP
Pengertian                                    
Melakukan pemeriksaan radiografi dengan sinar-x untuk organ torakal.
Tujuan                                            
Melihat struktur vertebra torakal.
Indikasi                                              
·        Fraktur
·        Infeksi
·        Tumor
Kontraindikasi                              
Hamil muda (relatif)
Prosedur Persiapan
·        Pasien mengganti pakaiannya dengan baju pemeriksaan yang telah disediakan
·        Ukuran film: 30 x 40 cm
·        “compensating screen -/+”
·        FFD: 100 cm
·        Bucky: ya
·        Eksposure: 70-73 kV, 9 – 11 mAS
·        Pasang proteksi untuk gonad
Prosedur Tindakan  
·        Pasien posisi berdiri dengan punggung menempel pada kaset
·        Dagu diangkat
·        Batas atas kaset berada pada level C6, 1 cm diatas batas bahu
·        Proyeksi: ventrodorsal (AP)
·        Pusat sinar melalui bagian tengah sternum dan bagian tengah kaset
·        Pasien diminta menahan nafas selama pengambilan gambar
Penilaian       
·        Seluruh vertebra torakal harus terlihat termasuk servikotorakal dan torakolumbal
Kosta-kosta bagian belakang juga terlihat
Lama Tindakan                            
Sekitar 10 menit
Komplikasi                                   
Tidak ada
Dokumen Terkait                         
Surat pengantar dari dokter / klinisi
Referensi                                      
Pocket atlas of radiographic positioning
5. TEKNIK PEMERIKSAAN  VERTEBRA TORAKAL LATERAL
Pengertian                                    
Melakukan pemeriksaan radiografi dengan sinar-x untuk organ vertebra torakal.
Tujuan                                            
Melihat struktur vertebra torakal.
Indikasi          
·        Fraktur
·        Infeksi
·        Tumor
Kontraindikasi                              
Hamil muda (relatif)
Prosedur Persiapan
·        Pasien mengganti pakaiannya dengan baju pemeriksaan yang telah disediakan
·        Ukuran film: 30 x 40 cm
·        “compensating screen -/+”
·        FFD: 100 cm
·        Bucky: ya
·        Eksposure: 77 - 81 kV, 12.5 – 16 mAS
·        Pasang proteksi untuk gonad
Prosedur Tindakan              
·        Pasien posisi berdiri dengan punggung menempel pada kaset
·        Kedua lengan diangkat kedepan atau ke atas
·        Batas atas kaset berada pada level C6, 1 cm diatas batas bahu
·        Proyeksi: lateral
·        Pusat sinar terletak pada margo inferior scapula dan bagian tengah kaset
·        Pasien diminta bernafas secara halus agar iga-iga    menjadi kabur
Penilaian       
·        Seluruh vertebra torakal terlihat benar-benar lateral
·        Iga-iga tampak kabur
·        Torakolumbal juga tervisualisasi
Lama Tindakan                            
Sekitar 10 menit
Komplikasi                                   
Tidak ada
Dokumen Terkait                         
Surat pengantar dari dokter / klinisi
Referensi                                      
Pocket atlas of radiographic positioning