Showing posts with label MRCP. Show all posts
Showing posts with label MRCP. Show all posts

Monday, 11 March 2013

MRCP

MENGENAL MRCP



MRCP adalah Magentic Resonance cholangiopancreatography ( pemeriksaan kandung empedu dan saluran2nya dengan menggunakan medan magnet )
Radiologist mengemukakan mengenai indikasi, metode, dan keunggulan MRCP dan MRI liver sebagai alternatif pemeriksaan untuk penderita dengan kelainan di bidang gastroenterologi dan hepatologi. Disebutkan bahwa indikasi pemeriksaan ini antara lain adalah lesi fokal dan staging neoplasma, benign hepatic disease, hemangioma, hemocromatosis, kelainan gall bladder dan pankreas.

Ada 2 metode pemeriksaan, yaitu 2 D breath hold dan 3 D breath hold. Pemeriksaan dengan metode 3 D breath hold mempunyai hasil yang lebih bagus. Pemeriksaan ini memerlukan waktu yang agak lama (4 menit) dan perlu kerjasama yang baik dari penderita. Hal ini disebabkan oleh karena kadang-kadang penderita harus di scan dalam beberapa posisi penderita untuk mendapatkan hasil yang sempurna.

Apabila dibandingkan dengan ERCP, pemeriksaan ini mempunyai keunggulan lebih convinient untuk penderita (karena tidak invasif) serta tidak memerlukan kontras. Untuk mendeteksi kelainan pada jaringan lunak pemeriksaan ini lebih baik daripada CT scan.

Batu gall bladder akan tampak sebagai defek hitam, dan cairan empedu tampak berwarna putih karena cairan empedu relatif tidak bergerak, sedangkan cairan yang bergerak (misalnya pembuluh darah) akan tampak berwarna hitam. Pemeriksaan ini dapat membedakan arteri dan vena. Gambaran hemocromatosis, mirip dengan gambaran pada cerebral bleeding, yakni berwarna putih (sekali) oleh karena hemocromatosis mengandung logam.

Pada akhir presentasi disimpulkan bahwa MRCP merupakan pemeriksaan alternatif yang lebih convinient untuk penderita.
Bagaimana membuat teknik MRCP dan bagaima persiapannya ?
MRCP dikerjakan dengan syarat pasien puasa 8 jam untuk mengahasilkan gambaran kandung empedu yang baik.
ada 2 teknik :
1. Breath hold
2. Trigger
Breath hold
apa maksudnya Breath hold? tujuannya untuk menghindari gambaran kabur dari pergerakan organ.Nah kita tahu bahwa manusia itu bernapas sehingga ada pergerakan rongga dada dan organ2 dalam cavum abdomen.untuk itu teknik ini di gunakan, biasanya untuk pasien yang kooperatif.Pasien yang kooperatif bisa mengatur inspirasi dan ekspirasi saat di instruksikan oleh radiografer, scaning berlangsungsaat pasien tahan napas.
teknik ini menggunkan respiratory gatting yang di letakkan di atas perut
TriggerTrigger di gunakan pada pasien2 yang tidak kooperatif dan pasien anak2.Dalam teknik ini scaning berlangsung saat fase antara inspirasi dan ekspirasi berlangsung ada jeda beberapa detik, itulah saat scaning.
BFFE dibuat pada irisan axial dan coronal dengan teknik breath hold memberikan gambaran kandung empedu dengan detail.Sedangkan untuk mengetahui gambaran fat ( lemak ) diperlukan teknik khusus yang disebut sebagai T2W_ FS baik axial maupun coronal.Protokol ini memberikan gambaran yang jelas antara jaringan lunak, lemak dan cairan sehingga berbatas tegas.Pemeilihan recon slice juga harus di perhatikan agar mendapatkan gambaran yang bagus.Untuk kasus-kasus tertentu kita juga memerlukan protokol T1W_FS, batu kandung empedu sangat jelas didapatkan pada teknik ini.
Pasien-pasien yang tidak kooperatif harus di konsulkan anastesi untuk di beri obat tidur atau semacam injeksi selama proses pemeriksaan.
Khusus pasien dengan anatesi kita tidak bisa menggunakan teknik breath hold sehingga teknik trigger lah yang berperan.Karena proses pernafasan pada pasien dengan anastesi biasanya lebih stabil maka teknik trigger ini bisa mendapatkan hasil gambar yang sangat baik.
Kasus 1Seorang laki-laki, 49 tahun, datang dengan keluhan BB menurun 4 kg dalam 3 minggu dan didapatkan adanya ikterus obstruktif.
CT scanUkuran hepar mulai membesar, IHBD mulai melebar, gall bladder sangat besar, common bile duct tidak membesar, terdapat masa hipodense pada kaput pankreas. Kesimpulan : masa pada kaput pankreas yang menimbulkan obstruksi.
MRCPGall bladder besar, CBD ke atas terisi dengan baik tapi lumen tidak rata; pada kaput pankreas terdapat gambaran ?putih? edema dibawah kaput pankreas
ERCPBatu (+), duktus pankreatikus tidak terisi kontras, CBD melebar.
OPERASIScope tidak bisa masuk, penyempitan pada 2 cm proksimal papila vateri didapatkan batu dilakukan choleducho-jejenustomi
Masalah :
  • Apa artinya Ca 19.9 yang tinggi sekali (4182.69) kemudian menurun secara graduil ? dokter patologi klinik menjelaskan bahwa (1) kalau keganasan Ca 19.9 tidak mungkin turun, (2) Ca 19.9 tidak bisa dipakai untuk memastikan keganasan (tidak seperti alpha feto protein).
Pemeriksaan MRCP dikerjakan harus dengan kerjasama yang baik antara radiografer dan pasien agar mendapatkan hasil yang baik.

MRCP

MAGNETIC RESONANSI CHOLANGIOPANCREATOGRAFI (MRCP).

SEJARAH DIKETEMUKAN MRI
Pada tahun 1946 Felix Bolch (1905-1984) seorang ahli fiska dari Stanford University menerangkan teori tentang perilaku inti atom mirip magnet kecil. Pada saat yang bersamaan ditempat berbeda Edward Purcell (Harvard University).Selanjutnya pada tahun 1952 kedua orang tersebut mendapat Nobel bersama untuk  fisika tentang induksi inti atom dengan teori NMR.
Tahun 1960 Raymond Damadian : jaringan malignant akan memberi spekturm yang berbeda dengan normal, parameter NMR berbeda untuk jaringan normal dan tidak normal. Tahun 1974 Damadian membuat citra NMR tumor pada tikus, pada tahun 1976 membuat citra pada tubuh manusia.Pada Tahun yang sama Paul Lauterbur bergabung dalam penelitian yang serupa dan kemudian memberikan hasil yang sekarang ini dikenal. Pada tahun 2004 Paul Lauterbur mendapat hadiah nobel fisika.
 KELEBIHAN MRI DIBANDING MODALITAS LAIN 
                         - Tidak ada radiasi ion
- Tidak ada efek biologis
-Resolusi gambar tinggi dan dapat membuat potongan axial, sagital
  dan coronal dan oblique tanpa merubah posisi pasien. -Kontras soft tissue bagus. -Non invasif
PENGERTIAN
Magnetic Resonansi Cholangiopancreatografi ( MRCP ) merupakan pemeriksaan untuk memperlihatkan sistem billiaris dan pankreas.Sebelum ada MRI untuk memperlihatkan kelainan-kelainan yang terdapat dalam sistem billiaris dan pancreas tersebut menggunakan USG,Radiografi konvensional ( Pemeriksaan Cholecystografi ) dan CT Scan.Dengan adanya modalitas MRI 1,5 tesla maka modalitas inilah yang paling baik untuk memperlihatkan sistem billiaris dan pancreas.

TUJUAN PEMERIKSAAN MRCP
Pada dasarnya MRCP adalah pencitraan kandung empedu dan ductus biliaris baik intra maupun ektra hepatis serta ductus pancreaticus. Teknik yang digunakan yaitu teknik heavy T2W ( TR 4000,  TE 801 ) untuk mendapatkan gambar traktus biliaris tanpa memasukkan cairan kontras. Pada teknik ini cairan akan tampak lebih putih karena cairan menghasilkan sinyal yang lebih tinggi dibandingkan jaringan lunak sekitar yang tampak lebih gelap karena sinyal yang dihasilkan lebih rendah
Untuk memperlihatkan organ-organ di abdomen atas juga dibuat sequence yang lain  yaitu Axial T1W, Axial T1 fat sat, Axial T2 fat sat, Coronal T2 fat sat  Triphase 3D , Axial T1 fat sat dan Coronal T1 fat sat post kontras.
PROSEDUR PEMERIKSAAN MRCP
-Indikasi pemeriksaan
-Kontra indikasi
-Persiapan pasien
-Teknik pemeriksaan
INDIKASI PEMERIKSAAN MRCP
-Choledocholitiasis
-Cholelithiasis
-Pancreatitis
-Tumor Pancreas
-Cholangitis
- Tumor CBD
- Striktur CBD
KONTRA INDIKASI
-Pasien dengan elektrik, magnetik, atau mekanik inplant aktif ( seperti  
    cardiac pace maker ) karena medan elektromagnet atau medan magnet
    akan mempengaruhi kerja alat tersebut
-Pasien dengan klip aneurysma intracranial
PERSIAPAN PASIEN
-Puasa minimal  4 Jam sebelum pemeriksaan
-Mengisi screning form
-Menjelaskan kepada pasien kepada pasien tentang proses pemeriksaan
    dan hal-hal yang harus dilakukan  pasien pada saat pemeriksaan.
TEKNIK PEMERIKSAAN
-Persiapan alat dan bahan
a)    Spuit 50 CC, 20 CC, 10 CC
b)    Tree way stoper
c)    Extension tube
d)    Abbocath 20
e)    Na Cl 100 CC
f)     Contrast Gadolinium
                  PEMILIHAN COIL
a)    TORSO PA
b)   BODY COIL
                  PEMILIHAN SEQUENCE
a)    Pre  Contrast
·         Coronal Localizer
·         Axial T1 SPGR
·         Axial T1 Fat Sat
·         Axial  T2 FSE FS
·         Coronal T2 FSE FS
·         MRCP Thick Slice
b)   POST CONTRAS
·         Triphase  3D
·         Axial  T1 Fat Sat
·         Coronal T1 Fat Sat
PANDUAN MELIHAT GAMBAR PADA MRCP
T1 WEIGHTING
     - Gambaran Tulang – Hitam
     - Udara – Hitam
     -  Fat – Putih
     - Air - Hitam
T2 WEIGHTING
     - Gambaran Tulang – Hitam
     - Udara – Hitam
     - Fat – Putih
     - Air - Putih
PATHOLOGICAL PROCES
-Kandungan air meningkat pada daerah patologis, dan akan tampak   
    hiperintense pada T2
-Pemeriksaan dengan kontras media T1, akan memperjelas gambaran
    patologis, akan tampak hiperintense pada gambaran post kontras
CORONAL LOCALIZER
Coronal localizer dibuat untuk menentukan batas pengambilan gambar untuk sequence axial, batas atas puncak diafragma batas bawahnya sampai habis hepar.